• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Agama Jangan di Jadikan Tameng Dalam Berpolitik

11 September
14:25 2018
4 Votes (5)

KBRN,Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengatakan, bicara politik di tempat ibadah itu diperbolehkan tetapi ada batasannya, saat dihubungi Pro3 RRI, Selasa, (11/9/2018)

Sebelumnya, mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo menyampaikan dirinya merasa sakit kalau ada yang bilang di masjid dilarang bicara politik.

Amirsyah menjelaskan batasan bicara politik yang dia maksud. "Substansi politik untuk kesejahteraan umat dan bangsa, kajiannya boleh dilakukan di masjid, tapi politik praktis tidak dibolehkan," ujarnya kepada pro3.

Menurut Amirsyah, ada dua hal yang bisa dilihat jika seseorang melakukan politik praktis di tempat ibadah. Pertama, kata dia, dilakukan oleh partai politik baik secara kelembagaan maupun perorangan untuk kepentingan mereka. Kedua, melakukan politisasi agama sehingga agama dijadikan alat.

Lanjut dia, setiap orang harus memahani agama dengan benar dan jangan dijadikan tameng dalam berpolitik . "seperti contoh dalam alquran surat an nur ayat 55 ayat ini melandasi supaya berpolitik dengar benar," jelas uztad Amirsyah.

Tambah Amirsyah, rumah ibadah tidak boleh dijadikan tempat berkampanye untuk kepentingan politik baik pemilihan kepala daerah, legislatif, maupun presiden. Tempat ibadah, kata dia, mestinya syiar nilai-nilai agama yang menjadi landasan dalam mencegah kecurangan proses politik dalam pemilu, seperti praktik menghalalkan segala cara. "Tempat ibadah dijadikan arena politik praktis dilarang, itu jelas sudah ada di peraturan undang-undangnya,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

00:00:00 / 00:00:00