• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Direktur PP IPTEK: Idealnya Setiap Kabupaten/Kota Miliki Satu 'Science Center'

9 September
20:08 2018
1 Votes (5)

KBRN, Bandung : Direktur Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP) Iptek Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Mochammad Syachrial Annas menilai perhatian pemerintah daerah akan pentingnya keberadaan pusat peraga sains (Science Center), masih sangat kurang.

Dari 23 Science Center yang ada di Indonesia saat ini, sebagian besar didirikan dan dikelola oleh swasta. Hanya ada beberapa science center yang didirikan oleh pemerintah daerah, antara lain Taman Pintar Yogyakarta dan Solo Technopark yang dikelola oleh pemerintah kota setempat.

Kepada wartawan di sela-sela penyelenggaraan Kompetisi Roket Air (KRAR) wilayah Jawa Barat di Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan Padalalarang, Minggu (9/9/2019), Syachrial mengatakan, pendirian science center sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah setempat.

"Masalahnya, tidak semua kepala daerah memiliki visi yang sama akan pentingnya iptek bagi generasi muda. Jika ada kepala daerah membangun science center, belum tentu penggantinya mau melanjutkan kebijakan tersebut dan memilih mengalihkan alokasi dananya untuk sektor yang lain," ungkap Syachrial, merujuk penutupan sejumlah science center di beberapa daerah yang tidak aktif atau tidak menerima kunjungan siswa sekolah untuk sementara akibat ketiadaan dana.

Padahal, lanjut Syachrial, sesuai undang-undang, iptek harus dikenalkan kepada generasi muda sejak usia dini, dan salah satu wahana pengenalan iptek tersebut adalah science center.

"Idealnya setiap provinsi itu memiliki minimal satu science center, atau yang lebih ideal lagi setiap kabupaten/kota di Indonesia memiliki satu science center. Bayangkan jika saat ini kita memiliki 415 kabupaten dan 93 kota, tentunya Nawa Cita Presiden Jokowi yang akan membangun 100 science center dan teknopark di Indonesia sesuai RPJMN 2014-2019, dapat diwujudkan," ujar Syachrial.

Pemerintah sendiri menargetkan setiap tahun dapat membuka dua science center di tanah air. Untuk tahun 2018 ini, akan ada dua science center baru yang akan dibuka, yakni di Sumatera Barat dan Nusa tenggara Barat (NTB), sementara untuk 2019 akan ditambah dua science center lagi, masing-masing di Riau dan Sulawesi Tengah.

Mengenai jumlah kunjungan masyarakat ke science center, Syachrial menyatakan perlu adanya peran dari pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat, khususnya pelajar, untuk mau berkunjung ke science center.

"Contoh saja Taman Pintar di Kota Yogyakarta. Dengan instruksi pemda agar semua siswa datang ke sana sebelum melakukan kunjungan ke tempat lain, saat ini jumlah pengunjungnya sudah ratusan ribu orang. Bahkan, targetnya 1 juta pengunjung per tahun," ungkap Syachrial.

Di tempat yang sama, Kepala Puspa Iptek Sundial, Joko Santoso menambahkan, jumlah pengunjung di Puspa Iptek Sundial sudah mencapai 170.000-an orang. Umumnya mereka datang dari luar Kota Bandung seperti Bogor, Ciamis, Garut, bahkan juga dari luar provinsi seperti Jawa Tengah dan Lampung.

"Jumlah alat peraga terus kami tambah. Saat ini kami punya 200 alat peraga, dan targetnya akan menambah enam alat peraga per tahunnya. Sedangkan untuk paket kunjungannya juga dikolaborasikan dengan museum-museum besar lain yang ada di Kota Bandung guna menarik minat pengunjung," jelasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00