• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Menggoreng dan Makan Tempe Mendoan Massal di Purwokerto Pecahkan Rekor Indonesia dan Dunia

25 August
15:29 2018
1 Votes (5)

KBRN, Purwokerto : Dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan RI ke-73, HUT ke-57 Korem 071/Wijayakusuma dan dua tahun Meotel Purwokerto by Dafam, Sabtu (25/8/2018) pagi di halaman hotel tersebut telah dilakukan menggoreng 17.818 mendoan dengan 45 penggorengan dan 45 ahli masak atau chef dari persatuan chef profesional Indonesia (PCPI) dalam waktu 73 menit, serta makan mendoan masal terbanyak.

Untuk bahan menggunakan 20 ribu tempe, tepung terigu 225 kilogram, tepung beras 40 kilogram, tepung tapioka 40 kilogram, minyak goreng 270 liter, garam 10 kilogram, bawang putih 5 kilogram, ketumbar 2 kilogram, kencur 2 kilogram, muncang 15 kilogram, kecap 19,2 kilogram, dan bumbu penyedap rasa 12 kilogram.

Dengan menggandeng lembaga pencatat prestasi Indonesia dan dunia (LEPRID), Meotel Purwokerto telah memecahkan rekor dunia terbaru menggoreng mendoan terbanyak serta makan mendoan masal terbanyak dalam satu waktu.

Rekor sebelumnya pernah dipecahkan pada tahun 2012 di Kabupaten Wonosobo dengan 12.812 membuat tempe kemul dalam waktu 90 menit dengan menggunakan 60 penggorengan.

General Manager Meotel Purwokerto, Andre H Binawan sebagai penggagas ide itu dalam jumpa persnya, menjelaskan, tujuan dari pemecahan rekor untuk memperkenalkan mendoan sebagai makanan khas Banyumas kepada dunia agar sejajar dengan rendang, sate, nasi goreng dan lainnya.

“Banyumas tidak boleh kalah. Banyumas harus menunjukkan bahwasannya mendoan adalah makanan khas kita, bukan dari negara lain. Dan Purwokerto serta Banyumas merupakan daerah tujuan wisata. Purwokerto tidak identik dengan Baturraden, namun ada desa pengrajin tempe salah satunya desa pliken. Saya ingin mengangkat bahwasannya orang kalau ke Banyumas tidak lagi hanya ke Baturraden, namun ada desa pliken kemudian beberapa lagi curug-curug, kalau boleh dibilang Banyumas sangat terkenal dengan curugnya, dan satu yang tidak boleh lupa mendoan”, terangnya dalam jumpa pers.

Sementara itu, Ketua Umum LEPRID Paulus Panka mengatakan, tempe mendoan yang digoreng sebanyak 17.818 dalam waktu 73 menit dan makan mendoan masal terbanyak  (1.535 peserta yang makan) merupakan rekor baru di Lembaganya.

”Dan Leprid mencatat rekor ini pada urutan yang ke-389 dan juga 390 karena ada dua rekor”, ungkapnya.

Pemecahan rekor menggoreng dan makan tempe mendoan masal terbanyak mendapat apresiasi dari Pejabat Bupati Banyumas Budi Wibowo. 

"Dengan pemecahan rekor tersebut diharapkan bisa berdampak positif terhadap perkembangan kuliner dan pariwisata di Banyumas", tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00