• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Berita Olahraga

PB Pertina Pusat Akhiri Dualisme Pertina Medan

15 August
18:14 2018
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Kisruh dualisme yang terjadi di kepengurusan Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Medan hampir menemui solusi. 

Berdasarkan surat putusan dari PB Pertina Pusat terkait adanya dualisme kepengurusan Pertina Medan, maka tanggung jawab  kepengurusan Pertina Kota Medan kembali diserahkan kepada kepengurusan periode terakhir kali (2015-2018) yang diketuai oleh Budiman.

Budiman cs diharapkan segera melaksanakan musyawarah kota (muskot) Pertina Medan kembali untuk membentuk kepengurusan baru.

Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan, Eddy Sibarani mengatakan, berdasarkan Surat tembusan dari Pertina pusat bahwa Pertina Medan harus menggelar musyawarah kota (Muskot) ulang.

"Ada surat dari Pertina pusat untuk meredam persoalan yang ada ini. Ada jalan melaksanakan muscab ulang. Dilaksanakan paling lambat 29 September. Jadi KONI karena ini surat dari pusat, KONI mengikuti ini," ujar Eddy Sibarani, Rabu (15/8).

Untuk diketahui, surat Pertina Pusat yang ditandatangani ketua umum Johni Asadoma tanggal 3 Agustus 2018 tersebut ditujukan kepada Pengprov Pertina Sumut dengan instruksi untuk menggelar musyawarah ulang Pertina Kota Medan.

"Dan kami tahu surat tersebut berupa foto kopi dari mereka (Pertina Medan). Dari pusat langsung enggak ada. Kini setelah membaca surat ini, inilah diikuti," ucap pria yang juga ketua harian Pertina Sumut itu.

Surat tersebut menurut Eddy juga otomatis menggugurkan kepengurusan Pertina Medan di bawah kepemimpinan Budiman, begitu juga dengan kepengurusan Sabam Manalu yang mana kedua kepengurusan tersebut sebelumnya sudah menggelar musyawarah kota (Muskot) dan mendapat SK sah dari Pertina Sumut.

"Dengan adanya surat ini, (kepengurusan) yang sebelumnya nol. Menurut surat ini pelaksana muskot nantinya pengurus Pertina Medan yang lalu, Budiman ketuanya, artinya dikembalikan secara organisasi," pungkas Eddy.

Sebelum kesepakatan tersebut dicapai, puluhan penggiat tinju Kota Medan bersama sejumlah legenda tinju menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor KONI Medan, Rabu (15/8) pagi mendesak agar dualisme di tubuh Pertina Kota Medan untuk segera diselesaikan. Saat unjuk rasa berlangsung, Ketua KONI Medan, Eddy Sibarani memanggil perwakilan pengunjuk rasa untuk berdialog mencari jalan keluar.

Hadir mewakili Pertina Medan pada pertemuan dengan Eddy Sibarani yakni Sekretaris Pertina Kota Medan, Abdul Hadi, Ketua Harian Pertina Kota Medan dan juga Ketua Cenderawasih Boxing Camp, Maruli Lumban Tobing, mantan petinju Sumut, Raja Amas Siregar, David Hutabarat dan Ijen.

Menanggapi keputusan tersebut, mantan petinju nasional, David Hutabarat didampingi Raja Amas Siregar menyambut baik langkah tersebut.

"Akan mengadakan muskot kembali. Budiman tetap jadi ketua Pertina Medan berdasarkan keputusan dari KONI Medan. Ada musyawarah ulang ke depan. Budiman tetap ketua Pertina sampai ada Muskot. Jadi kepengurusan Pertina Medan 2015-2018 yang akan menggelar muskot nantinya," ungkapnya.

Usai mendengarkan hasil keputusan dengan KONI Medan yang disampaikan David Hutabarat, puluhan massa demonstran dengan tertib meninggalkan lokasi demonstrasi. Turut hadir pada aksi tersebut, legenda tinju dan mantan pelatih tinju nasional, Asril Goce dan Hendrik Simangunsong.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00