• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum

KPK Kembali Periksa 16 Orang Saksi di Mapolda Aceh Terkait Kasus Irwandi

14 August
23:28 2018
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil 16 orang saksi untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh yang menjerat Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf sebagai tersangka. 

Para saksi tersebut diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Mapolda Aceh di Banda Aceh, Selasa (14/8/2018). 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan pers yang diterima RRI membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah saksi di Mapolda Aceh. Semuanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irwandi Yusuf. 

Febri menuturkan, 16 orang saksi yang diperiksa tersebut berasal dari berbagai kalangan, dari staf khusus Gubernur Aceh hingga pejabat 

"Hari ini, Senin 13 Agustus 2018 diagendakan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi di kantor Dirkrimsus Polda Aceh untuk tsk IY, Gub Aceh. Para saksi berasal dari unsur staf khusus Gubernur, Pejabat di Biro Hukum, PNS, pejabat dan anggota TAPA, BPKS dan staf PUPR," kata Febri di Jakarta, Selasa (14/8/2018). 

Febri mengungkapkan, proses penyidikan kasus dugaan suap yang juga menyeret Bupati Bener Meriah non aktif Ahmadi itu terus dilakukan. 

"Penyidikan dalam kasus ini terus dilakukan KPK untuk memperdalam proses-proses pembahasan dan pengalokasian dana otonomi khusus Aceh," jelasnya. 

KPK terus mendalami aliran dana yang diduga terkait event Aceh Marathon dan perencanaan anggaran DOKA. 

"Sejumlah saksi dari pejabat Kementerian dalam negeri dan pejabat aceh telah diperiksa. Rincian informasi aliran dana yang diduga terkait Aceh Marathon juga terus diklarifikasi oleh penyidik. KPK semakin mendapatkan bukti2 yang kuat dalam kasus ini," jelas Febri. 

Irwandi dan Ahmadi terjaring OTT pada tanggal 3 Juli 2018. KPK juga mengamankan dua orang dari swasta yaitu Hendri Yuzal dan Saiful Bahri. Dalam kasus ini, Irwandi diduga menerima suap dari Ahmadi Rp 500 juta dari comitmen fee yang dijanjikan Rp 1,5 milliar. Diduga uang Rp 500 juta itu akan digunakan untuk pembelian medali dan baju atlet pada event Aceh Marathon. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00