• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Sosialisasi PHBS Turunkan Prevalensi Stunting di Nias Utara.

10 August
20:29 2018
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli : Wakil Bupati Nias Utara, Haogosokhi Hulu membuka secara resmi  Forum Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam rangka penurunan Prevalensi  Stunting, bertempat di Hotel Kaliki Gunungsitoli, Jumat (10/8/2018).

Kepala Dinas Komunikasis dan Informatika Kabupaten Nias Utara, Daliwanolo Telaumbanua mengatakan, pelaksanakan sosiasi tersebut berdasarkan surat Direktur Jenderal Kementrian Kemitraan Komunikasi Kementrian Kominfo Republik Indonesia  No. 676/2018, Tanggal 31 Juli 2018 tentang Sosialisasi Perilaku hidup bersih dan sehat dan di tindaklanjuti dengan Surat kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Utara No. 55/489/B.Diskominfo/2018. Tanggal 7 Agustus  2018, Tentang pelaksanakan Sosialsiasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat.

“Oelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut untuk memberi pemahaman dan pengetahun tentang Prevalensi  Stanting kepada masyarakat serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat," terang, Daliwanolo.

Peserta sosialisasi sebanyak 70 orang yang terdri dari utusan 10 desa di kabupaten Nias Utara dari unsur yang lain camat, kepala desa, kelompok infomasi masyarakat, Kader kehatan, LPM, Tim Koordinaotr PKH dan media Lokal di Nias Utara.

Adapun Narasumber yakni dari Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementrian Kominfo RI, Tim Koordinator Penganggulangan Kemiskinan Daerah Yusman Zega, menyampaikan Materi : Komitmen Pemerintah Kabupaten Nias Utara Intervensi Stunting) dan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara, Yaadil Telaumbanua Menyampaikan Materi Inpres No.1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementrian Kominfo RI, Maroli mengatakan, Sosialisasi Penurunan Prevalensi Stanting sangat penting untuk mencegah supaya anak mendapatkan gizi yang baik dari orangtua utamanya ibu, sesuai harapan Presiden dan Wakil Presiden. Kemudian, agar generasi kita kedepan mampu menghadapi perasingan global bukan hanya sebagai kelas pekerja tetapi kelas pemikir yang mampu membangun Indonesia.

“Tahun 2013 mencapai 50 persen lebih yang tergolong Stunting di Nias Utara dengan ciri utamanya adalah memiliki tinggi yang lebih pendek dari orang lain yang seusianya, dan kita yakin di Nias Utara angka yang tergolong stunting tersebut sudah mulai menurun,” ujar, Maroli.

Wakil Bupati Nias Utara, Haogosokhi Hulu mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kominfo dan juga kepada peserta yang hadir semoga sosialisasi ini dapat menurunkan prevalensi stunting di Nias Utara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00