• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

Bawaslu-RI Tolak Keberatan Ridho dan Herman HN

10 August
17:21 2018
0 Votes (0)

KBRN, Bandarlampung : Langkah pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim, menuju kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, hanya tinggal menunggu waktu.

Pasalnya, selain MK, Bawaslu-RI juga menolak keberatan pasangan M. Ridho Ficardo-Bachtiar Basri dan Herman HN-Sutono, terkait pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis dan masif (TSM), pada pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung.

Kepastian itu disampaikan penasehat hukum Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim, Andi Syafrani, yang dihubungi RRI Bandarlampung, Jumat, (10/8/2018).

Andi Syafrani mengatakan, pihaknya mendapat informasi jika Bawaslu-RI menolak keberatan terkait pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis dan masif (TSM), pada Pilgub Lampung, diajukan pasangan M. Ridho Ficardo-Bachtiar Basri dan Herman HN-Sutono.

Dia menegaskan dengan ditolaknya permohonan di MK dan keberatan di Bawaslu-RI, maka secara otomatis, tidak ada lagi argumen hukum yang bisa mempersoalkan hasil Pilgub, 27 Juni 2018 lalu.

“Bicara tentang kompetensi itu masing-masing pada ranah yang berbeda. Bawaslu memutuskan terkait dengan tuduhan politik uang. Untuk MK sudah final. Bawaslu juga kami dengar, juga telah membuat keputusan dan informasinya keberatan menolak juga ditolak," tegas Andi Syafrani, Jumat, (10/8/2018).

Dalam amar putusannya,  Bawaslu-RI menguatkan putusan Bawaslu Provinsi Lampung tanggal 19 Juli 2018, yang menolak gugatan yang disampaikan pasangan M. Ridho Ficardo-Bachtiar Basri dan Herman HN-Sutono.

Sementara itu, kuasa hukum pasangan Herman HN-Sutono, Resmen Kadafi menyatakan, pihaknya kecewa terhadap putusan Bawaslu-RI.

Selain Resmen Kadafi, kuasa hukum pasangan M. Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Ahmad Handoko, juga kecewa dengan putusan tersebut. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00