• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polres Pesawaran Ajak Mantan Penganut Radikal Buka-bukaan

10 August
16:41 2018
0 Votes (0)

KBRN, Gedong Tataan : Polres Pesawaran, provinsi Lampung menghadirkan Ken Setyawan mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) dalam sosialisasi Pencegahan Faham Radikal Untuk Memelihara Kamtibmas di Islamic Center, Pesawaran, Jumat (10/8/2018).

Acara yang diikuti berbagai lapisan masyarakat itu semakin atraktif karena Ken Setyawan menceritakan dengan gamblang semua pengalamannya saat menjadi anggota kelompok radikal yang ingin mengubah Indonesia menjadi Negara Islam itu.

"Saya buka ini agar masyarakat tidak sampai terkena bujuk rayu dan terpapar faham radikal. Karena cara kerja mereka dalam merekrut anggota sangat sistematis," ungkap Ken.

Lebih lanjut dia menceritakan, biasanya si calon korban akan dipelajari dulu mulai dari keluarga, kebiasaan, hobi, sekolah dan sebagainya. Baru kemudian didekati dan diajak ngobrol. "Setelah kita ketahui dan pelajari, baru diajak ngobrol. Cukup 2 jam saja untuk membuat orang jadi radikal," kata Ken.

Setelah itu, lanjut dia, sudah lebih mudah mengarahkan si korban untuk melakukan kekerasan bahkan kejahatan, atas nama agama. "Saya dulu sering diperintah untuk merampok. Dan saat itu saya yakin, merampok untuk kepentingan jihad membela agama itu halal," kata Ken.

Oleh karena itu Ken menghimbau masyarakat, terutama kaum muda untuk selalu hati-hati dan waspada. Karena dalam menyebarkan fahamnya, mereka menyesuaikan dengan gaya hidup calon korbannya, dan tidak selalu lewat pengajian.

"Tapi kalau ada kajian agama atau pengajian yang sembunyi-sembunyi, sebaiknya langsung laporkan pada keluarga, tokoh agama atau polisi untuk diselidiki lebih lanjut," tegas Ken.

Pada acara itu, Ken juga sempat memberikan contoh bagaimana contoh obrolan untuk menggaet korban yang akan dicekoki faham radikal.

Sementara itu Kapolres Pesawaran, Lampung, AKBP S.Wahyudi mengatakan, pihaknya memang secara rutin selalu melakukan kegiatan sosialisasi bahaya radikalisme ke berbagai kalangan masyarakat. Apalagi Pesawaran termasuk daerah yang masyarakatnya rawan terpapar faham radikal. Menurut Wahyudi, pihaknya sudah mendeteksi sejumlah warga yang diduga sudah terasuki radikalisme.

"Nah kita libatkan mantan penganut radikal yang sudah insaf, agar masyarakat bisa mendengar langsung dari mantan pelakunya, bagaimana jahatnya radikalisme dalam merusak kehidupan seseorang. Sehingga bisa mengantisipasi sekaligus mendeteksi bila terjadi di lingkungannya," kata Wahyudi. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00