• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

PG Rajawali II Subang Dimarger PG Jati Tujuh Majalengka

10 August
16:12 2018
0 Votes (0)

KBRN, Subang: Sebanyak 50 Petani tebu di Subang terancam gulung tikar, akibat belum direvitalisasi mesin giling tebu di Pabrik Gula PG Rajawali II oleh Pemerintah.

Sebelumnya,  Pemerintah melalui Wakil Presiden H. Yusuf Kalla, pada saat melakukan kunjungan kerja ke PG Rajawali II di Purwadadi Subang, sempat berjanji segera merevitalisasi mesin giling tebu tersebut, namun sampai saat ini belum juga terealisasikan.

Maka dari itu, PG Rajawali II Subang, sejak tahun 2017 lalu, sudah marger dengan PG Jati Tujuh Majalengka, sehingga menurut Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Subang Nenden, dengan dimargernya PG Rajawali II Subang dengan PG Jati Tujuh Majalengka membuat para petani tebu Subang mengeluh, karena selain diberatkan dengan harga tebu yang lagi turun, para petani juga dibebani dengan biaya tebang dan transportasi yang tinggi, karena harus di bawa ke Majalengka.

"Mesin giling tebu di PG Rajawali II Subang perlu direvitalisasi, sehingga dengan terpaksa PG Rajawali II Subang melakukan Marger dengan PG Jati Tujuh Majalengka, dan persoalan itu mengakibatkan para petani tebu di Subang mengeluh, karena selain harga tebuh lagi anjlok, juga para petani dibebani dengan ongkos tebang dan transportasi ke Majalengka yang cukup tinggi, dan itu harus menjadi perhatian Kita, karena janji Wapres Yusup Kalla yang mau merevitalisasi mesin giling tebu secepatnya, namun sampai hari ini janji itu belum juga terealisasikan," ujar Nenden kepada Radio Republik Indonesia di Subang, Jum'at (10/8/2018).

Sementara itu kata Nenden, nasib para petani tebu saat ini, dipusingkan dengan hadirnya gula rapinasi import, yang menjatuhkan harga gula lokal, padahal, jika bicara soal kualitas, gula lokal jauh lebih baik dari pada harga gula import tersebut.

"Adanya gula rapinasi import, membuat harga gula lokal anjlok, yang berimbah terhadap harga gula lokal, sehingg berdampak terhadap kesejahteraan para petani tebu Kita khususnya," tegasnya.

Lebih lanjut,  Nenden menyatakan terkait dengan kondisi yang dihadapi para petani tebu Subang khususnya, pihaknya hanya bisa mengusulkan kepada PG, agar meningkatkan kadar rendemen tebu tinggi saat digiling, yang tentunya, berdampak terhadap harga tebu milik para petani, minimal bisa mengganti biaya operasional tebang dan transportasi ke Majalengka.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00