• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

BJ Habibie : Kunci Indonesia Masuk Industri 4.0

10 August
16:04 2018
2 Votes (3)

KBRN, Pekanbaru : Presiden ketiga Republik Indonesia, Prof BJ Habibe memberikan arahan pada hari puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-23 dipusatkan di Pekanbaru, Riau, dengan tema : Inovasi untuk kemandirian pangan dan energi dan sub tema : Sektor Pangan dan Energi di era revolusi industri 4.0 mengatakan kesiapan Indonesia memasuki era industri 4.0, tergantung kepada kemampuan sumber daya manusia dalam menguasai dan memanfaatkan Iptek dan inovasi.

"Dalam menata proses transformasi struktur ekonomi untuk mencapai kemakmuran bangsa dan negara, maka pemerintah harus mengarah pada industri berteknologi tinggi hingga mencapai creative innovation sebagai kunci utamanya adalah berinovasi," ungkpanya, Jumat (10/8/2018).

BJ Habibie berujar, bahwa negara-negara maju di dunia menata ekosistem inovasinya melalui visi perencanaan yang futuristik, strategi kerekayasaan, serta riset dan pengembangan yang terfokus.

Sementara itu Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menegaskan dalam menyambut revolusi industri 4.0, Indonesia harus meningkatkan kuantitas dan kualitas riset, bahkan riset harus dilakukan secara terintegrasi, apalagi Pemerintah sudah menambah anggaran untuk riset.

"Inovasi akan datang dari progress nilai tambah produk bagi masyarakat, sehingga peran dewan riset nasional sangat penting dan strategis dalam menentukan arah pembangunan nasional," ungkapnya.

Sebagai dasar, presiden telah mengeluarkan Perpres 38 tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), yang mendorong agar para peneliti fokus dalam bidang-bidang tertentu, sehingga ke depan dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki, mampu kuat dan berdiri di atas kaki sebagai bangsa Indonesia yang berdikari berbasis Iptek.

"RIRN merupakan pedoman dan peta jalan riset dan pengembangan Iptek dan inovasi jangka menengah dan panjang yang mengintegrasikan dan mensinergikan program riset setiap kementerian dan lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat/komunitas peneliti. Walaupun faktanya hingga saat ini pemanfaatan Iptek dan inovasi bagi masyarakat, khususnya pelaku ekonomi dan industri, masih belum optimal," keluhnya.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset Tehnologi dan Pendidikan Tinggi, Kemenristekdikti, Jumain Appe selaku ketua umum panitia hari Hakteknas ke-23 menyampaikan Hakteknas kali ini akan berlangsung semarak karena dihadiri 2.000 komunitas iptek dan inovasi di seluruh Indonesia.

Selain itu, Panitia Hakteknas menggelar beragam rangkaian acara meliputi launching, lomba produk inovasi nasional (kategori industri, startup dan masyarakat), bakti inovasi teknologi, dan anugerah iptek dan inovasi nasional.

Bakti inovasi teknologi meliputi pelatihan teknologi, praktik penanaman varietas unggul padi dan buah tropis, dan penyerahan bantuan produk inovasi kepada petani, nelayan dan pelaku usaha. Sedangkan anugerah iptek dan inovasi nasional akan diberikan untuk 8 kategori.

Kegiatan lainnya adalah 84 kegiatan ilmiah nasional dan internasional), kegiatan  jalan sehat, lomba karya tulis, foto, vlog bertajuk iptek dan inovasi, dan demonstrasi dan peragaan Iptek keliling.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00