• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

DPRD NTB Dorong Gempa Lombok Masuk Bencana Nasional.

10 August
15:39 2018
0 Votes (0)


KBRN, Mataram : Kantor DPRD NTB di Jalan Udayana, Kota Mataram rusak parah. Hampir semua bagian gedung tak bisa ditempati pascagempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Pulau Lombok, pada Minggu (5/8) dan terus beruntun berlanjut hingga Jumat (10/8/2018).

Pelayanan sekretariat DPRD NTB dan kegiatan dewan terpaksa direlokasi ke garasi rumah dinas Ketua DPRD NTB di Jalan Langko, Kota Mataram.

Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah MH mengaku, prihatin atas kondisi kegempaan yang terjadi di semua wilayah di Pulau Lombok. Oleh karena itu, aktifitas kedewanan terpaksa juga harus disesuaikan dengan melihat keprihatinan atas kondisi masyarakat.

"Hampir seluruh anggota dewan turun menyapa masyarakat yang terdampak gempa Lombok. Ini kita maksudkan adalah bagian  untuk membantu keprihatinan yang dirasakan masyarakat," ujar Isvie menjawab wartawan usai memimpin rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD NTB di garasi rumah dinasnya, Jumat (10/8/2018).

Isvie mengaku, bencana gempa yang kini dialami warga NTB harus mutlak dinaikkan statusnya menjadi bencana nasional. Pihaknya mendorong peningkatan status tersebut. 

Sebab, jika ada kenaikan status bencana nasional itu, maka semua volentir dan pihak luar yang akan membantu NTB akan bisa masuk.

"Merekontruski sarana dan prasana, serta fasilitas infrastruktur yang rusak di wilayah terdampak gempa bumi. Termasuk, rumah masyarakat yang rusak itu butuh dana tidak bisa dari APBD maupun APBN. Tapi, perlu dana dari pihak luar. Di sinilah pentingnya status bencana nasional itu," tegas Isvie.

Isvie menjelaskan, dari rapat dengan seluruh pimpinan fraksi di DPRD NTB, pascagempa bumi yang terjadi kali ini, hampir terpantau seluruh aktifitas masyarakat dan kedinasan sangat terpengaruh adanya keadaan darurat luar biasa yang kini terjadi itu.

"Misalnya, kami DPRD saja. Saat mau naik ke lantai tiga di ruang paripurna saja tidak berani. Begitupun, saat rapat-rapat di lantai dua di ruangan komisi juga kita was-was karena kondisi ruangan rusak parah," jelas Isvie.

Oleh karena itu, dalam rapat pimpinan dan anggota itu, diputuskan jika aktifitas kedewanan dan sekretariat DPRD dilakukan di garasi rumah dinas Ketua DPRD NTB. 

Selain itu, kata Isvie, pembahasan ranperda DPRD distop seluruhnya. 

"Kecuali, pembahasan RAPD Perubahan 2018, serta kegiatan turun menyapa konstituen dan membagikan mereka bantuan ala kadarnya yang akan banyak difokuskan seterusnya," tandas Isvie Rupaedah. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00