• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Petani Bawang Merah Antisipasi Permainan Tengkulak

10 August
15:10 2018
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Sejumlah petani bawang merah di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang kini tengah  melakukan panen bawang merah, telah melakukan antisipasi adanya permainan tengkulak yang sering merugikan petani.

Salah satu petani bawang merahWarso Suwito kepada RRI mengatakansaat musim panen tiba banyak tengkulak yang bermunculan untuk membeli hasil panen petani dengan harga murah, yakni jauh dari harga standar

“Pada musim panen bawang merah seperti saat ini para petani tidak akan gegabah saat menjual hasil panen. Dari pada dijual dengan harga yang kurang bersahabat, para petani memilih menyimpan bawang merah hingga kering,” jelasnya, Jumat (10/8/2018). 

Menanggapi keluhan petani tersebutBupati Gunungkidul Badingah meminta mereka untuk lebih bersabar saat menjual hasil pertanian, yakni tidak tergesa-gesa menjual hasil panen ke tengkulak

Sebelum menjual hasil panenpetani diharapkan melakukan surve harga pasarSehingga panen bawang merah yang melipah diharapkan dapat meningkatkan perekonmian masyarakat,” kata Bupati Badingah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengaku siap melakukan pendampingan kepada petaniPara petani diharapkan jeli dalam melakukan transaksi jual beli hasil panen mereka.

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, Gunungkidul memiliki potensi bawang merah yang sangat baik. Bawang merah yang ditanam jenis phipip mampu mengasilkan 19,6 ton per hectare. 

Dikatakannya, saat ini, Gunungkidul mengembangkan  60 hektar bawang merah di 58 kelompok tani yang berada pada 14 kecamatan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00