• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Owa Jawa 'BORIS' Pulang Kampung ke Habitat Aslinya

10 August
08:13 2018
0 Votes (0)

KBRN, Cimahi :  Owa Jawa “BORIS” merupakan seekor primata endemik asal Pulau Jawa yaitu jenis Owa Jawa (Hylobates moloch ) yang sudah lama berada tinggal di Pulau Bali tepatnya di Lembaga Konservasi Kebun Binatang Bali Zoo pulang kampung ke habitat asalnya di Pulau Jawa.

Dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia, Boris tiba di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis(9/8/2018) pukul 14.30 WIB, didampingi oleh petugas BKSDA Bali. 

Kedatangan Boris ke Jawa Barat yang merupakan salah satu habitat aslinya disambut langsung oleh Polisi Kehutanan yang melaksanakan pengawasan peredaran Tumbuhan dan Satwa di bandara yang juga merupakan petugas Balai Besar KSDA Jawa Barat bersama dengan petugas Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Primata Jawa The Aspinall Foundation.  

Berdasarkan keterangan dari pihak CV. Bali Harmoni atau lebih dikenal dengan nama Kebun Binatang Bali (Bali Zoo), memberikan pertimbangan bahwa Boris merupakan salah satu Owa Jawa Jantan yang terdapat di Bali Zoo.

“Sengaja kami translokasi/pulang kampung Boris dari Bali Ke Bandung sebagai bentuk dukungan kepada Lembaga Konservasi Owa Jawa yang ada di Jawa Barat dan kemungkinan mendapatkan pasangan untuk breeding saat berada di Pusat Rehabilitasi Satwa agar nantinya bisa berkembang biak di alamnya” ucap I Wayan Pebriyana selaku Head Keeper  Bali Zoo .

Disela – sela proses administrasi penerimaan kedatangan Boris, petugas Polisi Kehutanan BBKSDA Jawa Barat  Ade Kurniadi Karim kepada Radio Republik Indonesia mengatakan, Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan salah satu satwa dilindungi Undang-undang RI No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dan tertuang dalam lampiran PP. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta Peraturan Menteri LHK No.20 tahun 2018 tentang Penetapan Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi.

Menurut Ade, penyerahan satwa dari Bali Zoo ke BKSDA Bali yang ditranslokasikan ke BBKSDA Jawa Barat kemudian dititiprawatkan ke Aspinall menjadi contoh sinergitas antar instansi pemerintah (BBKSDA) dengan pihak swasta (Lembaga Konservasi) dalam rangka mendukung kelestarian atau pengawetan jenis satwa agar tidak terjadi kepunahan.

Setelah urusan administrasi selesai, dengan pengawalan petugas  Boris langsung dibawa ke Pusat Rehabilitasi Satwa Primata The Aspinall Foundation yang berada di Ciwidey – Bandung Selatan untuk selanjutnya dilakukan observasi terhadap kesehatannya.

"Boris nantinya akan tempatkan di kandang karantina terlebih dahulu, agar Boris dapat belajar beradaptasi dengan habitat barunya tanpa gangguan dari primata lain yang ada di Aspinall. Keberadaan Boris di Aspinall nantinya akan dimasukkan pada program pelepasliaran satwa ke habitat aslinya,"ujarnya.

Pulang kampungnya Boris ke Jawa Barat diharapkan dapat menambah jumlah populasi Owa Jawa di habitat aslinya melalui program rehabilitasi. "Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Bali Zoo, BKSDA Bali dan Aspinall atas kerjasamanya dalam salah satu kegiatan yang mendukung konservasi keanekaragaman hayati. Semoga bisa menjadi media sosialisasi, informasi dan edukasi kepada semua masyarakat bahwa setiap orang dilarang memiliki, memelihara satwa diliindungi secara illegal  karena sudah jelas sanksi hukumnya tertera di Undang-undang No. 5 Tahun 1990, yang tidak kalah lebih penting selayaknya satwa liar hidup dan berkembang biak di alam bebas” tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00