• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

KLHK Ajak Warga Cimahi Kendalikan Sampah Plastik

10 August
07:06 2018
0 Votes (0)

KBRN, Cimahi : Masyarakat kota Cimahi diajak untuk membangun peradaban yang lebih baik tanpa dirongrong dengan masalah sampah sebagai salah satu penyebab pencemaran lingkungan. 

"Apalagi sampah plastik yang tidak mudah terurai, sehingga penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari harus dikendalikan," ungkap Direktur Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Kantor Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2018 tingkat kota Cimahi, di Aula Gedung A Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi , Kamis (9/8/2018).

Menurut Novrizal, kota yang paling tinggi mendapat penghargaan Adipura adalah kota yang paling tinggi dalam pengelolaan sampahnya bisa seratus persen, tetapi tidak punya Tempat Pembuangan Sampah Akhir(TPA).

"Artinya, sampah itu bisa diselesaikan dengan perubahan perilaku disektor hulu. Jadi dengan Bank Sampahnya, dan gerakan masyarakatnya. Kenapa paling tinggi pangkatnya?, karena peradaban manusianya terbangun," ujarnya.

Disisi lain kata dia, bisa saja ada satu kota pengelolaan sampahnya seratus persen tapi semuanya diangkut ke TPA karena anggaran yang mereka miliki cukup besar. Tetapi tidak ada peran masyarakat tidak ada peradaban, tidak ada perubahan perilaku dan masyarakatnya tetap saja membuang sampah tanpa dikelola.

Di Indonesialanjut dia, sampai sekarang TPA yang bukan open damping belum sampai 50 persen. Jadi pembinaan pengelolaan sampah harus dilakukan dari hulu mulai dengan pengurangan sampah terutama masalah sampah plastik.

"Pengurangan sampah kantong plastik sekali pakai, sedotan plastik, stereoform, botol minuman dan kemasan sachet serta pampers atau popok. Setiap hari di Indonesia digunakan sebanyak 93 juta batang sedotan plastik, yang bila disambungkan dalam seminggu, bisa mencapai tiga lingkaran bumi," bebernya.

Oleh karenanya, bila saat ini kita belum bisa mengurangi sampah plastik,kita harus membatasi penggunaan alat-alat berbahan plastik.

Sementara Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengatakan, penggunaan plastik ternyata memiliki dampak yang cukup dahsyat, sebab bila tidak dikendalikan pada tahun 2050 sampah plastik lebih banyak dari pada ikan dilaut.

"Oleh karena itu sudah selayaknya mulai sekarang kita menghindari penggunaan plastik dalam berbagai kegiatan.Demikian pula kita harus bisa mengelola sampah plastik dan mendaur ulang kembali agar bermanfaat dan tidak menimbulkan masalah lingkungan,"

Menurut Ajay, Kota Cimahi sangat peduli terhadap masalah persampahan dan berharap dalam waktu dekat Kota Cimahi memiliki peraturan daerah tentang persampahan.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengambil thema 'Kendalikan Sampah Plastik' diikuti oleh 200 peserta dari perwakilan pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat, juga diisi dengan pemaparan tentang pengelolaan sampah di Cimahi oleh Direktur Bank Samici-Warso Wijaya.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00