• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

TNI Temukan “Mutiara” Terpendam di Desa Bodag Madiun

8 August
17:06 2018
6 Votes (4.5)

KBRN, Madiun: Karya yang dihasilkan TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 tahun 2018 membekas di hati masyarakat, Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. 

Waktu yang relatif singkat ternyata bukan menjadi halangan dalam melaksanakan program mulia, TMMD. Terbukti, karya yang dihasilkan TNI dibantu Polri dan masyarakat Desa Bodag berbuah manis. Kurun waktu satu bulan mulai 10 Juli hingga 8 Agustus, korps baju doreng itu mampu menuntaskan pembangunan fisik maupun non fisik 100 persen, salah satunya membangun saluran irigasi pertanian dengan panjang 100 meter dan lebar 0,5 meter.

Seorang warga setempat, Sakimun mengakui, program TMMD sangat membantu masyarakat, mengingat Desa Bodag, merupakan salah satu desa terpencil di wilayah Kabupaten Madiun, yang memiliki potensi terpendam. Menurut Sakimun, sebelum dibangun saluran irigasi, para petani di desa setempat kesulitan air untuk mengaliri lahan pertanian. Kini, kekhawatiran mereka sirna, karena saluran irigasi tersebut ternyata mampu mengaliri sekitar 26 hektar area persawahan petani.

“Ya dulunya itu ya sulit. Masih banyak rembesan-rembesan, tapi sekarang sesudah diberi irigasi ini sudah mengalir dengan baik. Ya kami terbantu sekali. Harapannya ya mudah-mudahan masyarakat sini bisa makmur dan sejahtera. Yang membantu (TNI bersama kepolisian.red) bisa mendapatkan berkah dari Allah SWT dan mudah-mudahan ini bisa terus bergulir,” ungkap Sakimun, Rabu (8/8/2018).

Kepala Desa Bodag, Kecamatan Kare, Dangkung menyatakan, program TMMD sangat berdampak positif bagi masyarakat. Apalagi kegiatan yang dilakukan selama 30 hari tidak hanya membangun saluran irigasi, tetapi juga merehab masjid dan TPA, pembangunan empat unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penghijauan serta merabat jalan. 

Menurut Dangkung, pelaksanaan TMMD mengajarkan arti kerjasama dan saling gotong royong, karena masyarakat pun ikut terlibat dalam sejumlah pembangunan insfratruktur, hingga lembur untuk mengejar waktu yang sangat singkat.

“Sebelum dilakukan TMMD ya termasuk jalan rabat itu awalnya jalan setapak yang tidak bisa dilalui kendaraan, tapi dengan adanya TMMD, bisa digunakan untuk kendaraan roda empat. Dari masyarakat juga terlibat, jadi sama-sama dantara TNI dengan masyarakat. Ya sampai malam (pengerjaannya.red), karena mengejar target, apalagi TMMD itu kan dikejar waktu, mau nggak mau ya harus selesai dengan dilembur” kata Dangkung.

Pejabat Bupati Madiun, Boedi Prijo Soeprajitno mengungkapkan, karya TMMD  langsung dapat dirasakan masyarakat. Hal tersebut diakui dapat memperkuat stigma, bahwa TNI berasal dari rakyat dan program TMMD yang dihasilkan bertujuan menyejahterakan masyarakat.

“TNI yang selama ini dikatakan sebagai penjaga keamanan pertahanan, namun saat ini bersama rakyat membangun dan tentunya tujuannya jelas untuk kesejahteraan rakyat khususnya untuk daerah terpencil yang jauh dari jangkauan kota dan pemda Kabupaten Madiun support untuk itu,” tutur Pj Bupati.

Komandan Korem 081 Dhirotsaha Jaya Madiun, Kolonel Infanteri R. Sidharta Wisnu Graha menuturkan, TMMD bertujuan meningkatkan percepatan pembangunan daerah, terutama bagi wilayah terpencil yang memiliki potensi alam terpendam. Kedepan, pihaknya bersama aparat kepolisian akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Madiu, agar pembangunan khususnya bidang infrastruktur tidak terhambat.

“Dalam satu bulan kok bisa kaya sulapan, ya memang seperti itu. Walaupun dana belum datang kita tetap bekerja, itu komitmen kita. TNI/Polri selalu mendukung pemda. Yang penting rakyat, TNI, Polri kita bersatu. Kami selalu akan bersedia dan siap sedia untuk membantu,”

“Ini yang menjadi evaluasi kita, bahwa kedepan harus lebih fokus  pada daerah-daerah yang memang perlu kita kembangkan, terutama daerah wisata karena Madiun ini sudah mulai ada jalan tol dan lain sebagainya, kita harus mengeksplore ataupun menggali potensi daerah di Madiun, karena tidak hanya pertaniannya saja, buah-buahan juga sangat luar biasa,” kata Danrem.

Sementara itu, Komandan Depo Pemeliharaan (Dandepohar) 20 Lanud Iswahjudi, Magetan, Kolonel Lek. Tjatur Pudji Handojo mengatakan, kegiatan TMMD ke 102 di Desa Bodag bisa dilaksanakan maksimal 100 persen. Hal tersebut membuktikan semangat TNI peduli terhadap rakyat. Menurut Kolonel Lek Tjatur, Desa Bodag memiliki potensi alam luar biasa, yang dapat dikembangkan untuk lokasi wisata, karena berada di lereng Gunung Wilis. Tidak hanya pertanian, perkebunan cengkeh dan durian pun banyak ditemui di lokasi tersebut.

“Pesannya agar apa yang sudah dilakukan dalam TMMD ini tidak hanya sebagai memorial, tetapi dilaksanakan terus, ditingkatkan terus antara TNI dengan rakyat. Kemudian pembangunan yang sudah ada ini dirawat dan digunakan semaksimal mungkin, sehingga apa yang dilakukan TNI dan rakyat ini bisa selalu berkesinambungan,” pesan Kolonel Lek Tjatur.

Kini, TMMD ke-102 dengan tema “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial” telah resmi ditutup. Upacara penutupan dilaksanakan di lapangan SD Negeri 01 Bodag, dipimpin Dandepohar 20 Lanud Iswahjudi, Kolonel Lek. Tjatur Pudji Handojo, Rabu (8/8/2018). Sejumlah kegiatan yang sudah dihasilkan TNI bersama Polri dan masyarakat selama pelaksanaan TMMD, yakni merabat jalan sepanjang 1.462,57 meter. 

Jalan tersebut terbagi menjadi dua kategori, dengan panjang 450 meter dan lebar 3 meter  serta panjang 1.012,57 meter dengan lebar 2,5 meter. Tidak hanya itu, rehab Masjid Nuruh Hidayah dan pembangunan TPA. Pembuatan dua unit MCK umum di tempat parkir wisata Selo Gedong, pembuatan MCK , tempat wudlu di Masjid Nurul Hidayah dan pembuatan saluran dengan panjang 20 meter kali 0,5 meter.

Selanjutnya melakukan rehab empat unit RTLH, penghijauan 500 pohon durian dan 750 pohon manggis. Tidak hanya itu, pada program TMMD, TNI dalam hal ini Kodim 0803/Madiun juga melakukan empat kali penyuluhan, empat kali pemberian pelatihan keterampilan, dua kali melaksanakan pengobatan gratis, dua kali hiburan masyarakat. Kemudian, mengadakan pasar murah, pembagian sembako dan pemberian alat olahraga.

TNI juga membuat talud tipe I dengan panjang 32 meter kali 3 meter serta pembukaan jalan antara Dusun Glagah Ombo dengan Dusun Sajak dengan panjang 5.000 meter kali 3 meter. Dalam kegiatan TMMD, sekitar 260 personel gabungan terlibat, terdiri 150 orang anggota TNI/Polri atau 1 satuan setingkat kompi (SSK) gabungan, serta 110 orang masyarakat Desa Bodag. (EW/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00