• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Indahnya Pujiharjo Malang, Wisatawan Meningkat Pasca Gempa Lombok

8 August
11:54 2018
6 Votes (4.5)

KBRN, Malang: Pasca gempa melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, tingkat kunjungan wisatawan ke wilayah pantai di desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang meningkat. Ada empat destinasi wisata di desa itu yang memiliki pemandangan indah. Bahkan "Turis" terlihat menikmati panorama alam di desa itu hingga berhari hari.

"Kunjungan wisatawan ke desa kami untuk menikmati destinasi wisata tak terpengaruh dengan adanya gempa di Lombok, justru kunjungan wisatawan naik mas," ungkap Kepala Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Hendik Arso, Rabu,(08/08/2018).

Menurutnya, destinasi wisata di desa Pujiharjo cukup aman karena dikenal sebagai teluk yang jarang menghembuskan gelombang tinggi, sehingga aman bagi pengunjung bermain air di pantai tersebut. Kini pasca gempa melanda Lombok, tingkat kunjungan naik sekitar 50 persen. Kata dia, rata rata dalam sehari jumlah pengunjung hanya 200 orang, kini menembus 400 orang dalam sehari. Terlebih wisatawan domestik.

"Kunjungan wisatawan domestik ada peningkatan 50 persen sejak ombak besar di pantai selatan dan peristiwa Lombok dari 200 sehari kini sekitar 400 orang yang datang. Banyak wisatawan yang  beralih ke sini karena keindahan alam di sini juga dikenal sebagai teluk relatif aman bagi wisatawan," terangnya.

Ia menjelaskan, empat destinasi wisata di desanya yang sekarang mengalami lonjakan kunjungan itu yakni, wisata pantai Sipelot, Wedi Putih (Pasir Putih;red), wisata Air Terjun Watu Payung, dan wisata Pantai Tenger. Keempat destinasi wisata itu membuat wisatawan mancanegara dan domestik betah berlama lama berbaur dengan warga setempat. Apalagi, warga sekitar dikenal supel sehingga semakin menjadikan "bule" betah tinggal di desa itu.

Kata dia, selain kondisi masyarakat desa Pujiharjo yang supel yang menjadikan pengunjung betah, kini di beberapa titik destinasi wisata itu juga ditambah Gazebo, Ayunan dan Tenda Payung sebagai penambah fasilitas wisata, Lanjut Hendik, Homestay dan makanan khas desa setempat dengan harga terjangkau semakin membuat pengunjung tertarik datang menikmati panorama alam desa dan pantai.

"Masyarakat sini blater (supel;red) juga sekarang ada tenda payung, gazebo dan ayunan. Rate nya juga relatif terjangkau," jelasnya.

Ia membeberkan, untuk menikmati wisata di desa Pujiharjo telah dipersiapkan tempat penginapan oleh warga, yaitu homestay dengan tarif yang relatif murah yaitu Rp 200.000 dengan fasilitas menginap semalam, makan tiga kali sehari dan bermain di pantai. Tarif termahal Rp 300.000 mendapat fasilitas serupa ditambah dengan hiburan khusus yaitu tari tarian budaya lokal. Tarif tersebut digencarkan dalam program live in Pujiharjo. Wisatawan bisa menikmati makanan khas desa setempat.

"Tarif terendah untuk homestay Rp 200 ribu permalam dan sudah mendapat makan tiga kali  dan bermain di pantai sambil naik perahu. Paling mahal Rp 300 ribu fasilitas sama ditambah hiburan khusus, biasanya untuk rombongan 30 sampai 40 orang," urainya.

Selain wisatawan bisa menikmati panorama alam yang indah, juga bisa menyewa motor kebun untuk berkeliling di kebun penduduk menikmati pemandangan mulai jalan setapak hingga berkeliling di tepi pantai Tenger dan Wedi Putih menyisir pantai dan berhenti menyantap makanan ikan bakar di pinggir pantai. Kata dia, rata rata wisatawan mancanegara suka menikmati wisata yang penuh tantangan naik motor kebun dan keliling di tepi pantai saat gelombang menerjang bibir pantai.

" Turis  rata rata suka tantangan di sini minta disewakan motor kebun keliling kebun dan menyisir pantai sehingga ketika ombak besar ada alternatif naik motor dengan jalan setapak melihat pemandangan bagus, wisatawan senang bisa langsung bakar ikan juga bisa bermusik dangdutan di pantai. Minimal dua hari kalau turis di sini," jelas Hendik.

Ia menegaskan untuk menuju ke desa Pujiharjo wisatawan harus menempuh perjalanan dengan melintasi areal hutan panjang dengan kondisi jalan khas menyisir hutan. Apalagi saat datang pada malam hari, sebab pengunjung disambut dengan gemerlap lampu mainan di rumah rumah penduduk dan diarahkan oleh masyarakat untuk ke homestay. Dipastikan situasi menuju Pujiharjo cukup aman bagi pengunjung.

"Menuju ke sini pengunjung dihadapkan untuk melewati hutan panjang dan jalan yang khas berjalan melewati hutan. Wisatawan yang masuk sini senang karena ternyata ada perkampungan setelah melewati hutan dan begitu tiba di sini diarahkan ke homestay warga," bebernya.

Dikatakan, warga desa Pujiharjo menyambut baik orang asing baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang berkunjung, karena pertumbuhan ekonomi masyarakat terdorong dengan adanya wisatawan. Sebab itu, warga melibatkan diri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di desa setempat.

"Ekonomi masyarakat tumbuh, mereka (warga;red)  mendapatkan pendapatan mulai menyewakan homestay, sewa motor kebun, jualan pisang, jahe instan, bubuk kopi murni hingga kripik pisang," kata Hendik.

Hendik menyebut wisata pantai di Kabupaten Malang tak kalah indah dengan destinasi wisata yang ada di Lombok dan Bali. Karenanya, melalui media sosial, pemerintah desa setempat selalu mengunggah keindahan alam di Malang bagian Selatan itu, yang dinilai relatif aman bagi pengunjung di tengah gelombang air laut tinggi saat ini.

Catatan RRI,  Jarak desa Pujiharo dengan jantung kota Malang sekitar 80 Kilometer. Rute tercepat dari jantung kota Malang menuju ke desa Pujiharjo membutuhkan waktu sekitar 2 jam 58 menit dengan kondisi lalu lintas saat ini. Jalan berliku dan kontur jalan yang khas menarik untuk dilewati untuk sampai di Pujiharjo dan sejumlah wisata pantai lainnya.(SP)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00