• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Kejati Malut Lidik Dana CSR Puluhan Tambang di Oby

30 July
19:41 2018
1 Votes (3)

KBRN, Ternate: Tim penyidik satuan tugas khusus (Satgatsus) Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3TPK) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) perlahan mulai membongkar kasus dana Corporate Social Responsibility (CSR) pada 55 perusahan tambang di Pulau Oby, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Malut.

Kasus dengan status penyelidikan oleh tim penyelidik di Kejati Malut tersebut, mulai menghadirkan tiga orang petinggi perusahaan PT.Harita Group salah satunya Direktur atau Manager Operasional PT Rimba Kurnia dan PT Harita Grup dengan status klarifikasi atas laporan yang diterima.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) melalui Kasi Penkum Apris R, Ligua saat dikonfirmasi RRI, Senin (30/7/2018) petang mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti terkait dengan kehadiran tiga petinggi PT. Harita Group di Intel Kejati Malut.

Meski begitu, Apris mengaku saat ini Kejati tengah menangani dana CSR dengan status penyelidikan yang ada pada beberapa perusahaan tersebut.

"Ada kegiatan puldata (pengumpulan data,red) terkait CSR dibeberapa perusahaan," terangnya.

Sesuai data yang berhasil dihimpun, penanganan puldata yang tengah ditangani di Kejati Malut itu adalah terkait adanya 55 perusahaan kuasa pertambangan di Pulau Obi yang diduga merusak lingkungan dan tidak membayar dana SCR pada masyarakat lingkar tambang. (Irw/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00