• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Film "22 Menit" Diputar di Malang, Menginspirasi Lawan Teroris

20 July
23:17 2018
4 Votes (4.5)

KBRN, Malang: Film drama aksi berjudul "22 Menit" tentang Bom Thamrin, karya sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita, mulai Kamis (19/07/2018)  ditayangkan serentak di seluruh kota di Indonesia, termasuk di Malang, Jawa Timur, Jumat,(29/07/2018) malam.

Jajaran Polres Malang bersama dengan Forkopimda mengadakan nonton bareng (Nobar) film "22 Menit" itu di Bioskop XX1 Araya Kota Malang. Tampak Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung  beserta jajarannya, Dandim 0818 Malang  Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad, Wakil Bupati Malang Sanusi , Ketua DPRD Kabupaten Malang  serta undangan lainnya hadir diacara nobar tersebut.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, tujuan pemutaran film "22 menit" itu sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar tidak takut dengan aksi teror.

"Pertama tujuannya untuk mengedukasi agar masyarakat tidak takut teror," terang Kapolres Malang,(20/07/2018) malam usai menonton film tersebut.

Menurutnya, film tersebut lebih menampilkan korban  aksi teror agar memberikan kesadaran kepada pelaku bahwa aksi teror yang dilakukan menimbulkan banyak korban. Harapannya pelaku sadar dengan aksi yang dilakukan.

" Saya melihatnya film itu diangkat dari sisi korban agar menyadarkan pelaku teror bahwa perbuatannya tidak baik," tegasnya.

Juga diharapkan bisa menginspirasi masyarakat untuk bersama sama aparat melawan aksi teror di Negeri ini.

Sementara, Komandan Kodim Malang-Batu, Letkol Ferry Muzawwad mengatakan Film "22 Menit" sangat layak menjadi tontonan seluruh anak bangsa, sebab diangkat dari sebuah kisah nyata yang terinspirasi dari kejadian Bom Thamrin pada 2016 lalu.

Terlebih, lanjut Letkol Ferry, juga  mengisahkan tentang upaya Polri dalam menanggulangi aksi terorisme yang hanya membutuhkan waktu 22 menit untuk mengatasinya.

“Film ini berjudul "22 Menit", karena butuh waktu 22 menit bagi Polri untuk meringkus teroris saat Bom Sarinah alias Bom Thamrin terjadi di Jakarta Januari. 2016 lalu. Ada banyak pesan yang disampaikan kepada masyarakat dalam film ini," urai Letkol Ferry

Pesan yang dimaksud antara lain, apabila mendengar ledakan, masyarakat diharapkan tidak malah mendekat, melainkan harus segera menjauh dari lokasi ledakan. Tak hanya itu, kata dia, dalam film tersebut juga tersirat harapan kepada masyarakat, agar dapat bersama-sama saling menjaga lingkungan masing-masing, dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman terorisme.

Terpisah, Wakil Bupati  Malang, Sanusi mengatakan Film "22 Menit" adalah sebuah tayangan yang bisa memberikan banyak pelajaran kepada seluruh masyarakat untuk mengantisipasi maupun melawan aksi terorisme yang terjadi belakangan ini.

“Filmnya bagus, karena mengandung banyak pesan kepada masyarakat di dalamnya. Jadi selain sebagai antisipasi, masyarakat diharap tidak hanya mengandalkan kepolisian saja dalam menumpas terorisme, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama," kata Sanusi.

Tercatat, film berdurasi kurang lebih 75 menit itu mengangkat kisah keberanian masyarakat dan aparat kepolisian dalam mengatasi serangan terorisme di kawasan Plaza Sarinah, tepatnya di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada tanggal 14 Januari 2016 lalu. 

Film tersebut didedikasikan sebagai bentuk dukungan dan penghormatan kepada para korban tragedi bom Thamrin yang dibuat ala film dokumenter sebagai bentuk perlawanan terhadap aksi terorisme. Film itu menggambarkan peristiwa, bagaimana aparat kepolisian bersama dengan masyarakat memerangi terorisme.

Diangkat dari kisah nyata, film ini menceritakan serentetan peristiwa ledakan bom, di mana sedikitnya terjadi enam ledakan bom dan penembakan di daerah Plaza Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tepatnya pada tanggal 14 Januari 2016.

Sebagaimana diketahui bahwa ledakan terjadi di dua tempat, yakni di daerah tempat parkir Menara Cakrawala, gedung sebelah utara Sarinah dan sebuah pos polisi di depan gedung tersebut. Dari kejadian tersebut, delapan orang tewas termasuk para pelaku pengeboman dan puluhan masyarakat terluka.(SP/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00