• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polda NTB Sita 15 Kg Merkuri

20 July
09:29 2018
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda NTB masih menyelidiki secara intens terhadap kasus penyitaan merkuri seberat 15 kg di wilayah Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Kabid Humas, Polda NTB, AKBP I Komang Suartana, SIK kepada RRI, Jumat (20/7/2018) menjelaskan barang bukti 15 kg  merkuri yang terbagi dalam beberapa  kemasan botol plastik tersebut siap edar. Karena itu, polisi melakukan upaya paksa dengan cara mengamankan mercuri tersebut.

“Barang tersebut disita pada hari Rabu (18/7/2018) sore  sekitar pukul 14.00 Wita, dari pelaku pemilik merkuri HMS (68), yang merupakan pensiunan PNS,” ujar Kabid Humas. I Komang Suartana, SIK.  

Diduga kuat yang bersangkutan merupakan distributor merkuri di daerah ini.

Menurut Kabid Humas, I Komang Suartana, mercuri yang  didrop dari Jakarta, akan diselidiki secara mendalam oleh pihak Dirreskrimsus, berkaitan dengan dugaan bahwa mercuri tersebut  akan digunakan untuk kegiatan pertambangan secara ilegal di wilayah NTB.

Sejauh ini pemeriksaan  pemilik mercuri masih berlangsung. Bahkan penyidik sudah meminta keterangan    dua saksi atas nama Kardi dan  Taufikurahman pada saat penangkapan berlangsung,  serta satu orang anggota Polri Raymond Ven.   

“Pemeriksaan masih terus dilakukan terutama tambahan keterangan    saksi  yang lain,” jelasnya.   

Nantinya,  jika HMS  terbukti memperdagangkan mercuri,  maka akan ditahan dan  dijerat pasal 106 UU Nomor : 7 Tahun 2014 Tentang  Usaha  Perdagangan yang tidak memiliki perijinan yang diberikan oleh Menteri dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara atau pidana denda paling banyak Rp10 miliar.  

Polisi mengambil langkah cepat terhadap peredaran mercuri, sebab banyak kegiatan pertambangan di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, kemudian wilayah selatan, tepatnya di Desa Mawun, Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan   tambang emas ilegal sampai saat ini masih  marak terjadi dan dikhawatirkan  menimbulkan dampak serius bagi kesehatan manusia. Dari sisi lingkungan, kegiatan pertambangan juga menyebabkan  kerusakan lingkungan. Yang paling menakutkan adalah ada indikasi gangguan kesehatan masyarakat akibat racun merkuri dan sianida meski  itu masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Karena itu, sebelum terjadi, Polda NTB melakukan pencegahan secara dini penambangan ilegal yang menggunakan mercuri yang sangat berbahaya ini bagi kesehatan manusia dan ekosistem disekitarnya areal pertambangan ilegal,” pungkasnya. (ZA/HF)  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00