• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Ketua Umum Gerakan Cinta NKRI : Natalius Pigai Jangan Sebar Hoax

19 July
06:29 2018
2 Votes (5)

KBRN, Jayapura : Bertempat di Hotel Cityhub, Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (18/7/2018), Ketua Koordinator Nasional Gerakan Cinta NKRI, Hendrik Yance Udam, menyayangkan dan mengkritisi pernyataan Natalius Pigai, yang menyebut keadaan di Kabupaten Nduga Papua tidak aman dan mencekam. Dirinya merasa pernyataan Natalius sudah membohongi rakyat Papua, 

Dalam acara yang dihadiri sejumlah wartawan tersebut, Hendrik menegaskan bahwa apa yang di sampaikan oleh Natalius Pigai merupakan hoax atau berita bohong. Dirinya sudah mengklarifikasi langsung kepada Kapolda Papua, Pangdam XVII Cenderawasih, serta Pjs Gubernur Papua, dan hasilnya keadaan di Kabupaten Nduga dalam keadaan aman dan kondusif.

"Saya di sini mengklarifikasi dan menegaskan bahwa di Kabupaten Nduga dalam keadaan aman. Terlebih sudah ada klarifikasi dari Bupati Kabupaten Nduga yang menegaskan bahwa keadaan di Kabupaten tersebut aman," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta Natalius Pigsi jangan sering menyalahkan TNI Polri.

"Mana mungkin aparat mencelakakan rakyat sendiri, saya juga menyampaikan kepada para elit politik di Papua untuk mari bersama sama menjaga stabilitas keamanan di Papua, karena Papua di NKRI sudah final," tegasnya.

“Para elit politik jangan bermuka dua, jangan mau mendapatkan fasilitas dari NKRI tapi mau juga mendapatkan uang dan keuntungan dari tindakan yang dilakukan KKB. Saya juga meminta kepada Kapolda Papua agar memanggil Natalius Pigai untuk mempertanggungjawabkan apa yang diucapkan jangan hanya asal bicara,” tandasnya lagi.

Hendrik Udam juga mendukung aparat TNI-Polri agar bisa segera menangkap para pelaku penyebar hoax, karena hoax adalah pemecah belah bangsa khususnya di Papua.”Kami mohon mereka segera di tangkap,” Pungkas Hendrik Udam. (Arn/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00