• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Ketika Surat Kepala Dusun Dibalas Bakti Oleh TNI Perbatasan

13 July
18:28 2018
14 Votes (4.8)

KBRN, Entikong : Sepucuk surat yang ditujukan kepada Komandan Yonif 511/Dibyatara Yodha tiba-tiba membuat seluruh prajurit di Pos Komando Taktis Satgas Pamtas di Jalan Lintas Negara Malindo, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat hari itu mendadak riuh.

Pengirim surat putih bertinta hitam yang ditulis tangan itu adalah Muda Purwanto. Pria ini merupakan Kepala Dusun Antuai, Desa Nyari, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak. Surat tanpa cap dan logo itu berisi permohonan pengobatan massal untuk warga Dusun Antuai yang berada di perbatasan antara Kabupaten Sanggau dengan Kabupaten Landak.

Meski secara geografis dusun ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Landak, namun interaksi warga Dusun Antuai sehari-harinya lebih banyak ke Entikong. Tidak mengherankan jika kemudian, Sang Kepala Dusun akhirnya nekat menyurati Komandan Yonif 511/Dibyatara Yodha untuk 'berbagi sehat' dengan warga didusunnya.

"Bagi kami surat resmi atau tidak resmi, tidak masalah. Tanpa suratpun, kalau memang dibutuhkan tetap kami layani. Semua demi kesehatan masyarakat," tutur Komandan Satgas Pamtas Yonif 511/Dibyatara Yodha, Letkol Inf. Jadi, Jumat (13/7/2018).

Surat sederhana dari Kepala Dusun Antuai itu tiba di Pos Kotis Satgas Pamtas seminggu yang lalu. Satu pekan berselang, Yonif 511/Dibyatara Yodha membalas surat itu dengan bakti sosial pengobatan dan khitanan massal, Sabtu (14/7/2018) besok.

"Saya sangat salut dengan kepedulian dan keberanian Kepala Dusunnya," ujarnya. 

Yonif 511/Dibyatara Yodha adalah Satgas yang diutus negara untuk mengamankan wilayah perbatasan darat Republik Indonesia dengan Malaysia disektor barat Provinsi Kalimantan Barat, meliputi Kabupaten Sanggau, Bengkayang dan Sambas. Ketika permohonan pengobatan datang dari luar wilayah penugasan, rasa kemanusiaan lah yang kemudian berbicara.

"Karena kami melayani dan membantu masyarakat yang membutuhkan, tanpa ada batasan wilayah, selagi masih bisa dijangkau," tutup Danyon Pamtas ini. (DW/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00