• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Naiknya Harga Telur dan Daging Ayam Akibat Kenaikan Harga Pakan Impor

13 July
11:15 2018
0 Votes (0)

KBRN, Subang : Melambungnya harga telor dan daging ayam saat ini di semua Pasar Tradisional dan Pasar modern, hingga mencapai harga Rp29 ribu perkilo, dan daging ayam di level harga Rp45 ribu perkilogram, diduga pengaruh dari naiknya harga dolar Amarika belakangan ini.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, H. Rachmat Faturrohman, bahwa kenaikan harga telor dan daging ayam itu, akibat naiknya pakan ayam baik untuk ayam petelor, maupun ayam pedaging, yang dipengaruhi harga dolar, jika benar pengaruh cuaca yang ekstrim akibat fenomena Aphelion, tentunya banyak ayam yang mati, sehingga mempengaruhi terhadap stok ketersediaan telor dan daging ayam dipasaran, tetapi ayam yang mati saat ini masih dalam batas normal.

"Ya, kenaikan telur dan daging ayam sekarang ini, karena dipengaruhi harga pakan yang naik, akibat naiknya harga dolar Amerika," terang H. Rachmat kepada Radio Republik Indonesia di Subang, Jum'at (13/7/2018).

Ia juga membantah, bahwa isu kenaikan telor dan daging ayam itu, bukan pengaruh penomena Aphelion, tetapi murni akibat kenaikan dolar.

"Bukan akibat fenomena Aphelion, tetapi ini murni adanya kenaikan harga dolar," tegasnya.

Menurut Rachmat, meski harga dolar naik yang berpengaruh besar terhadap harga pakan ayam, tetapi para pengusaha ayam telor dan ayam pedaging tidak menghentikan produksi tetap bertahan, hanya solusinya menaikan harga jual, guna mengimbangi kenaikan biaya produksi, yang mencapai 70 hingga 80 persen dipengaruhi oleh pakan. (RE/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00