• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Kominfo Ajak Universitas Budi Luhur Cegah Konten Bermasalah

13 July
11:06 2018
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Maraknya berita-berita hoax pada jaman now, membuat Universitas Budi Luhur peduli sekaligus memberikan gagasan untuk pencegahan dengan cara bekerjasama dengan pihak terkait dalam hal ini Menkominfo. 

Upaya-upaya itu dilaksanakan agar masyarakat tidak terjebak dalam situasi panasnya suhu politik di tanah air. 

"Kami sebagai pemerintah, menerima saran dan kritikan dari masyarakat pengguna jaringan internet, pasalnya banyak sekali aduan-aduan yang sudah masuk ke mejanya menerangkan bahwa banyak beredar berita-berita hoax yang di posting atau sebarluaskan melalui internet dari server para media online yang tidak memiliki SIUP," ujar Ir. Herry Abdul Azis, M.Eng, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kominfo dalam paparan diacara  Dies Natalis The 4th workshop of Indonesian association for co putation linguistics (INACL) di Gedung Teather lantai 4 Universitas Budi Luhur, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

"Situs media online yang tiap hari terus bertambah ini, sebagai pemerintah telah bekerjasama dengan pihak terkait sepeti Dewan Pers dan sejunlah anggota wartawan seperti PWI untuk bersama-sama mengantisipasi adanya berita-berita hoax yang nantinya merugikan citra media di tanah air," tambah Herry Abdul Azis yang didampingi Linda Islami, M.Si public Relations Manager & Lecturer UBL. 

Menurut Herry, pihaknya sudah mendelete jutaan situs berbagai kategori, diantaranya situs porno dan ujaran kebencian. Kini yang baru di delete adalah konten tik tok  lantaran banyaknya pengaduan dari masyarakat yang akhirnya pemerintah terjun langsung hingga menganalis sampai pembekuan konten tik tok, namun diakuinya tidak smua tercover oleh Kominfo sehingga perlu bekerjasama dengan pihak lain yakni Universitas Budi Luhur dll yang berbasis komputer.

"Intinya ada pengaduan dari masyarakat, ketika merugikan hingga masuk dalam Implementasi UU No 19/2018 tentang ITE, langsung kami delete". Tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua panitia Dies Natalis ke-40 UBL, Dr. Tjahjanto, S.Kom, MM didampingi Atikah solihan Kasubbid pedoman dan acuan Bidang Pengembangan Pusat Pengembangan dan Perlindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan merasa bangga pasalnya gagasan dari UBL yang berbasis komputer ini dapat diterima oleh Kominfo setelah UBL siap membantu dalam pengawasan serta solusi dalam menangkis server-server tak dikenal yang beredar di nusantara ini.

"Pada prinsipnya UBL sebagai Universitas pertama berbasis komputer selalu siap membantu pemerintah, hal ini mendasari misi Budi Luhur, artinya UBL menginginkan masyarakat yang ada di Indonesia dapat hak hidup dengan nyaman dan nyaman tidak ada lagi isu-isu yang membuat masyarakat selalu was-was."tutur Tjahjanto. 

Dalam kesempatan ini juga, UBL juga siap membantu perhelatan Asian Games ke 18 tahun 2018 di Jakarta-Palembang dalam bidang komputerisasi meskipun mahasiswa UBL banyak yang menjadi sukarelawan atau tenaga voulenteer guna mensukseskan Asian Games. 

Nama Institusi yang ikut INACL 2018 :

1. Universitas Indonesia
2. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
3. Universitas Telkom, Bandung
4. ITB
5. Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
6. UIN Sunan Gunung Djati Bandung 
7. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
8. Universitas Jenderal Achmad Yani
9. Teknik Informatika Universitas Trisakti
10. Universitas Tanjungpura
11. Universitas Widyatama, Bandung
12. Universitas Budi Luhur.
(Ib/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00