• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Hanya 19 Bacalon DPD RI Mendaftar Dan Syamsul Arifin Batal Mencalon Diri

12 July
19:43 2018
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara telah menutup pendaftaran bakal calon (balon) anggota DPD RI, Daerah Pemilihan Sumatera Utara. Dari 20 balon yang menyerahkan syarat dukungan, 19 diantaranya mendaftarkan diri sebagai balon DPD RI.

"Ada 19 orang yang mendaftar dan sudah kami keluarkan tanda terima untuk dilakukam verifikasi syarat calon," kata Komisioner KPU Sumut, Iskandar Zulkarnain di Medan, Kamis (12/7/2018).

Iskandar menuturkan, ada satu orang yang tidak mendaftar,  meskipun telah menyerahkan syarat dukungan berupa KTP elektronik, sebelum pendaftaran dibuka, yakni Syamsul Arifin.

Hingga pendaftaran ditutup, pada  Rabu (11/7/2018) pukul 24.00 WIB, mantan Gubernur Sumatera Utara tersebut tidak hadir ke Kantor KPU Sumut untuk mendaftarkan diri.

"Satu orang tidak datang atas nama Syamsul Arifin. Kita tidak tahu kenapa tidak jadi dating,” kata Iskandar. 

Iskandar menambahkan, sementara untuk Syamsul Hilal yang berkasnya sempat ditolak, telah diterima karena dokumen syarat calonnya sudah lengkap. Iskandar menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan penelitian verifikasi administrasi terhadap dokumen syarat calon hingga 18 Juli mendatang.

Hasil dari penelitian tersebut akan disampaikan  kepada para balon,  pada 19-20 Juli.

Menurut Iskandar, bagi balon yang tidak memenuhi syarat maka tidak dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya. Sedangkan bagi balon yang dinyatakan MS (memenuhi syarat) akan mengikuti langkah berikutnya, yakni perbaikan syarat dukungan, pada 21-24 Juli mendatang.

Dikatakan Iskandar, salah satu syarat calon yang harus dipenuhi bakal calon anggota DPD RI adalah bukan mantan narapidana korupsi, bandar narkoba dan pelecehan seksual anak. Selain itu, bagi ASN yang ikut mendaftar juga harus mengundurkan diri dari instansi/lembaganya. (Widya/Evie).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00