• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kadishub Samosir Diperiksa Tim Penyidik Polda Sumut Sebagai Tersangka

12 July
17:16 2018
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Setelah tidak memenuhi panggilan pertama tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut), Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Samosir, Nurdin Siahaan, hari ini menjalani pemeriksaan perdana di Polda Sumut.

Pemeriksaan Nurdin Siahaan sebagai tersangka dalam kasus tengelamnya Kapal Motor Sinar Bangun, di perairan Danau Toba pada 18 Juni lalu.

Pemeriksaan Kadishub Samosir di Polda Sumut pada hari ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut, Kombes (Pol) Tatan Dirsan Atmaja.

"Iya, lagi diperiksa. Tadi yang bersangkutan datang sekitar pukul 10 pagi,” kata Tatan saat dikonfirmasi RRI melalui seluler, Kamis (12/7) sore.

Pemeriksaan perdana yang dijalani oleh Nurdin Siahaan di Polda Sumut ini memenuhi panggilan kedua yang dilayangkan tim penyidik. Sebelumnya pada panggilan pertama sesuai jadwal pemeriksaan, Senin (9/7/2018), Nurdin tidak datang dan melalui pengacaranya menyampaikan surat keterangan sakit kepada penyidik untuk meminta pengunduran jadwal pemeriksaan.

Dalam panggilan kedua ini yang dilakukan oleh penyidik, Kadishub Samosir tersebut datang untuk menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka dalam peristiwa KM Sinar Bangun tersebut.

Terkait apakah tersangka akan ditahan atau tidak, Tatan Dirsan belum bisa memastikan hal tersebut. Karena saat ini yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan.

"Kita lihat nanti hasil pemeriksaan dari tim penyidik. Tapi status tersangka masih berlaku. Karena sampai sore ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap tim penyidik," ucapnya.

Untuk diketahui bahwa dalam kasus ini, Polda Sumut sudah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun itu.‎ Kelima tersangka, adalah Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahan, Nakhoda Kapal Motor Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala.

Kemudian, Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F Putra dan Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

Dari kelima tersangka itu, empat tersangka lain telah lebih dulu diproses dan ditahan. Dimana, berkas perkara mereka tengah diteliti Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejati Sumut.

Untuk kasus ini para tersangka juga dijerat dengan Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar.

Sampai dihentikannya pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi 24 orang. Dimana, 21 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan 3 orang dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian, 164 orang masih menyatakan hilang di perairan Danau Toba. (JS/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00