• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menko Polhukam Tegaskan Narkoba Bagian dari 'Proxy War'

12 July
15:59 2018
0 Votes (0)

KBRN, Bogor : Peredaraan dan penyalahgunaan narkoba bukan hanya persoalan sosial yang dialami sebagian penduduk di Republik Indonesia. Namun lebih dari itu, narkoba adalah bagian dari  Proxy War atau perang menggunakan pihak ketiga. Sehingga tidak diketahui siapa lawan, namun dampaknya efektif untuk tujuan tertentu salah satunya melemahkan suatu bangsa. 

Hal tersebut di ungkapkan Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dalam pemaparannya pada Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Balai Besar Rehabilitasi Narkoba Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/07/2018).

"Benar apa yang dikatakan Presiden kalau Indonesia sudah darurat narkoba. Kemarin terungkap 4 ton jenis narkoba berbentuk pil, satu pil ada 5 bagian. Harganya 2,5 juta, 1 gram saja dapat membuat 50 orang teler, bayangkan jika 4 ton. Ini yang kita waspadai, narkoba menjadi alat Proxy War untuk menguasai suatu negara dengan melemahkan generasinya," jelas Menko Polhukam.

Narkoba semakin diburu dan diungkap semakin berkembang. Modus pemakaian dan penggunaannya, bahkan harganya terus naik. Berbagai model dan bentuk telah diciptakan hanya untuk mendapatkan sensasi teler diburu para pecandu dengan harga yang mahal. 

Menurut Wiranto, berbagai macam modus terbaru dilakukan para produsen dan pengedar narkotika menyusup ke satu negara. Dan Indonesia adalah target yang efektif dengan garis pantai terpanjang dan jumlah penduduk yang besar yang memungkinkan para pengedar menyusup, bersembunyi dan membentuk jaringan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen (Pol) Heru Winarko menjelaskan, pengedar tidak hanya berkeliaran di tempat ramai melainkan menyusup ke dalam salah satu institusi pemerintah, di antaranya lapas.

"Selain di bekali persenjataan yang mumpuni, BNN juga mengajak seluruh instansi seperti Kemendagri, Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kemenkumham termasuk Dirjen Lapasnya, juga ada serta swasta yang bersama-sama memerangi narkoba dan kita berikan apresiasi termasuk para kepala Desa," ujar Kepala BNN Irjen (Pol) Heru Winarko.

Massifnya pengedar narkoba itu pun BNN memberikan apresiasi kepada 12 organisasi, institusi pemerintah dan swasta, termasuk perorangan yang  menyatakan perang dan memberantas peredaran dan penggunaan narkoba di lingkungannya. (Yof/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00