• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menlu Retno: Diplomasi Digital Sudah Menjadi Kebutuhan

12 July
15:45 2018
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menilai dewasa ini diplomasi digital sudah menjadi kebutuhan dalam pergaulan masyarakat internasional.

Hal itu disampaikan Menlu Retno saat membuka seminar internasional tentang diplomasi digital di Gedung Nusantara, Deplu, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

"Diplomasi digital menghubungkan antar individu, kita menyebutnya diplomasi membumi, antara manusia dan diplomasi. Saya pikir masalah ini, dibahas selama pertemuan. Inovasi dan diplomasi digital telah menjadi kebutuhan,” kata Retno 

Praktik diplomasi secara tradisional dijalankan melalui komunikasi yang terkontrol dari, dan antara, badan-badan dan lembaga internasional, kedutaan, dan pemerintah. Tren di era kini, dengan akses yang lebih baik terhadap internet dan teknologi digital, diplomasi kini juga telah beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital. 

Mengapresiasi dinamika dari perubahan-perubahan ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Pulse Lab Jakarta, dan Diplo Foundation menyelenggarakan seminar internasional tentang diplomasi digital, dengan maksud untuk mengetahui beberapa tantangan dan peluang-peluang baru yang muncul.

Seminar dihadiri korps diplomatik, perwakilan Kementerian dan Lembaga, organisasi masyarakat sipil, dan organisasi swasta. 

Sejumlah praktisi diplomasi bergabung dalam seminar ini, di antaranya Allaster Cox, Wakil Duta Besar Kedutaan Australia; Rasmus Abildgaard Kristensen, Duta Besar Kedutaan Denmark; Profesor Jovan Kurbalija, Direktur dan Pendiri DiploFoundation; dan Derval Usher, Kepala Pulse Lab Jakarta.

Seminar membahas pengalaman-pengalaman keberhasilan dan tantangan diplomasi digital, hingga pengaruh diplomasi digital pada kegiatan diplomatik. Termasuk sejumlah diskusi contoh interaksi sehari-hari dan tantangan ke depan yang dihadapi diplomasi digital.

Jovan Kurbalija, Direktur DiploFoundation, berbicara luas tentang berbagai pengalaman diplomasi digital yang memanfaatkan situs jejaring sosial.

“Di era digital, penggunaan media sosial untuk diplomasi telah menjadi kebutuhan. Hampir semua pemimpin global saat ini memiliki akun Facebook dan Twitter dan menggunakannya sebagai saluran diplomasi,” katanya.

“Bagaimanapun, diplomasi digital memiliki peluang dan potensi yang lebih besar dari sekedar pemanfaatan tren media sosial. Seminar ini memfasilitasi banyak dialog berkaitan tema ini,” tandas Jovan. (Red/HF) Yustisi

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00