• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

Saksi AHM-Rivai Polisikan Wakil Walikota Tidore

9 July
18:57 2018
1 Votes (1)

KBRN, Ternate: Saksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) nomor urut 1 Ahmad  Hidayat Mus dan Rifai Umar yakni Arifin Djafar akhirnya mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut, Senin (9/7/2018).

Kehadiran mantan wakil walikota Ternate di Ditreskrimum tersebut, dengan tujuan untuk membuat laporan polisi (LP) atas kasus dugaan tindak pidana penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Ketua DPD I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Malut Muhammad Senen yang juga merupakan saksi paslon nomor 3 Abdul Gani Kasuba dan M. Ali Yasin Ali (AGK-YA) dalam rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Provinsi di KPU Malut, Jumat (7/7/2018) lalu.

Arifin Djafar saat dikonfirmasi RRI sebelum mintai keterangan oleh penyidik mengatakan, tindakan yang dilakukan terlapor terhadapnya saat rapat pleno tingkat provinsi ini membuat dirinya harus mengambil langkah hukum, sebab aksi tersebut merupakan langkah yang benar-benar melawan hukum baik perbuatan tidak menyenangkan maupun penganiayaan.

"Dia (Muhammad Senen-red) mendorong saya sampai jatuh ke lantai, tapi saya tidak membalasnya,” ucap Arifin.

Kronoligis kejadian yang terjadi kata pelapor, Muhammad Senen saat itu sengaja masuk ke ruangan dan merebut berkas asli C1 dan DA hasil pleno Kabupaten/Kota yang di miliki oleh paslon AHM-Rivai, namun karena berkas tersebut tidak berhasil di ambil dari tangannya dan terjadilah tindak pidana penganiyaaan.

"Kapasitas Muhamad senen hanya sebagai Ketua Partai bukan saksi paslon, namun tiba-tiba masuk ke dalam ruangan merampas berkas yang saat itu berada di hadapan saya," tuturnya.

Menurut Arifin, jika kapasitas sebagai ketua partai secara undang-undang harus berada di luar ruangan, karena sesuai mandat saksi pasangan calon AGK-YA adalah Ahmad Rivai dan Asrul, akan tetapi hal ini berbeda, dimana yang bersangkutan masuk dan berbuat ribut dalam ruangan.

"Laporan ini, secara pribadi ke Muhammad Senen dan kapasitasnya sebagai Ketua DPD I Partai PDIP serta Wakil Walikota Tidore," akunya.

Pelapor juga mengaku, dalam pelaporan kasus tersebut, pihaknya dan kuasa hukum juga memiliki dua alat bukti yang kuat dan langsung di berikan ke penyidik untuk di tindak-lanjut sebagaimana mestinya.

“Bukti yang di kantongi berupa video, Foto serta di sertai Visum Dokter,” ucapnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendry Badar saat dikonfirmasi Reporter RRI terkait dengan laporan tersebut, dirinya mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Saya belum tau soal laporan itu, nanti saya tanya ke penyidik dulu,” singkatnya.

Sesuai pantauan Reporter RRI di lokasi, Arifin Djafar mendatangi Kantor Ditreskrimum Polda Malut pada pukul 15:45 WIT menggunakan mobil putih dengan kemeja batik coklat dan didampingi kuasa hukumnya Abdullah Kahar. (ID/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00