• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Dosen di Padang Tulis Novel dari Status Sosmed

2 July
14:11 2018
1 Votes (5)

KBRN, Padang : Ada banyak cara yang dilakukan penulis untuk melahirkan karya sastra. Salahsatunya dilakukan oleh Ermanto, Profesor Linguistik dari Universitas Negeri Padang (UNP). Ermanto yang telah menghasilkan 15 buku ini, menulis novel dengan cara kekinian, yakni merangkum status media sosial (medsos).

“Novelnya berlatar sosial budaya masyarakat Minangkabau. Judulnya Sansai. Novelnya belum diluncurkan secara resmi, tapi sudah beredar sejak Juni lalu. Sebab banyak rekan-rekan yang berminat,” ungkap Ermanto, yang juga Wakil Dekan I Fakultas Bahasa dan Seni UNP, pada RRI, Senin (2/7/2018).

Ermanto menuturkan, dalam menulis novel berjudul Sansai ini, dirinya tak mengalami kendala. Sebab, novel ini memuat persoalan sosial budaya yang jamak terjadi disekitarnya. Kemudian hasil pengamatan itu dituangkan dalam status di media sosial. Selanjutnya dihimpun kembali dalam bentuk buku.

“Ditulisnya sepenggal-sepenggal di status secara rutin selama dua bulan. Bikin tulisan untuk statusnya di waktu senggang. Pada pagi atau malam hari, bisa juga di siang hari ketika rehat mengajar atau memberikan bimbingan ke mahasiswa. Artinya tidak susah membuat tulisan, jika ada kemauan,” bebernya.

Ermanto berharap, hal serupa juga dilakukan mahasiswa kekinian yang gandrung menghabiskan waktu melalui medsos, khususnya bagi mahasiswa asal Sumatera Barat. Tujuannya untuk menghidupkan kembali tradisi menulis di Ranah Minang yang tergolong mulai pudar. Sebab, di zaman Balai Pustaka hingga tahun sembilan puluhan cukup banyak karya sastra berupa novel yang berlatar cerita budaya Minangkabau yang dihasilkan oleh pengarang Minangkabau.

“Manfaatkan medsos untuk hal positif, bukan keuh kesah saja. Manfaatkan untuk menggairahkan budaya menulis di kalangan mahasiswa. Apalagi kalau latarbelakang novelnya tentang budaya Minangkabau,” ujar pria kelahiran Painan, 12 Februari 1969 itu.

Ermanto menambahkan, novel Sansai bercerita tentang kehidupan orang kampung di Minangkabau yang memutuskan merantau untuk meningkatkan harkat martabat keluarga yang terpingggirkan oleh permasalahan adat dan ekonomi ini. Novel inipun telah diadopsi untuk dijadikan sebuah film yang juga berjudul Sansai.

“Digarap oleh tim kreator film dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNP. Masih belum selesai, semoga cepat tuntas,” pungkasnya. (Dod/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00