• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

Tiga Hari Jelang Pencoblosan, Rumah Sakit Harus Laporkan Data Pemilih

13 June
21:29 2018
0 Votes (0)

KBRN, Serang : Pemilih yang menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas, keluarga pasien rawat inap dan tenaga medis yang tidak bisa menyalurkan hak suaranya di TPS asal karena harus bekerja, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang akan menyediakan TPS khusus. 

Sehingga, nantinya pemilih bisa menggunakan hak pilihnya dengan memakai formulir Model A.5-KWK atau surat pindah memilih. 

“Karena itu, KPU Kota Serang meminta seluruh RS, puskesmas, panti jompo, untuk melaporkan data pemilih di tempat tersebut paling lama H-3 sebelum hari pemungutan suara. Nanti nama-nama pasien, keluarga pasien, dan tenaga medis tersebut kami cek ke DPT," ujar Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin, Rabu (13/6/2018).

"Jika namanya ada di DPT, maka kami buatkan form A.5 nya. KPU memberikan form A.5 kepada pemilih paling lambat satu hari sebelum hari pemungutan suara,” sambungnya.

KPU, kata Heri, sudah melakukan pemetaan terhadap tempat-tempat khusus yang harus dilayani oleh TPS penyangga yang dekat dengan tempat tersebut. Jumlahnya sebanyak 22 tempat. Terdiri atas RS, puskesmas, tahanan kepolisian, serta panti jompo. 

“Kami sudah menugaskan PPK/PPS untuk menyiapkan TPS yang akan melayani pemilih di tempat khusus tersebut dengan mempertimbangkan jumlah pemilih yang akan menggunakan hak pilih dan ketersediaan surat suara. Satu RS akan disangga oleh minimal 3 TPS," jelasnya.

Bagi TPS yang ditunjuk, ketua KPPS menugaskan anggota KPPS paling banyak dua orang dan dapat didampingi oleh PPL atau Pengawas TPS dan saksi dengan membawa perlengkapan pemungutan suara.

"Mereka akan mendatangi tempat pemilih yang bersangkutan di rumah sakit atau puskesmas, dengan ketentuan pelayanan penggunaan hak pilih bagi pasien dan tahanan dilaksanakan mulai pukul 12.00 sampai dengan selesai," tutur Heri.

Divisi Teknis KPU Kota Serang Fierly MM menjelaskan, pelayanan hak pilih bagi penghuni LP dan Rutan yang belum terdaftar dalam DPT, namun memiliki KTP-El atau Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di daerah pemilihan, dapat menggunakan hak pilihnya dan dicatatkan pada Formulir Model ATb-KWK serta mengisi Formulir Model C7-KWK pada kolom DPTb.

“Apabila surat suara di LP dan Rutan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pemilih, KPPS agar segera melaporkan kepada PPS, selanjutnya PPS berkoordinasi dengan PPL/Pengawas TPS untuk mengambil surat suara dari TPS terdekat dengan tetap mempertimbangkan kecukupan surat suara di TPS tersebut," beber Fierly.

Dia melanjutkan, pengambilan surat suara oleh KPPS asal dicatatkan dalam Formulir model C2-KWK (kejadian khusus) dan di Formulir Model C1-KWK sejumlah yang diterima di awal dalam kotak suara dikurangi dengan surat suara yang diambil oleh PPS. 

"Petugas KPPS LP dan Rutan kemudian mencatatkan suarat suara yang diterima dalam Formulir model C2-KWK dan di Formulir Model C1-KWK dicatatkan jumlah suarat suara yang diterima ditambah dengan surat suara tambahan dari PPS,” tutup Fierly. (DF)
/HF

  • Tentang Penulis

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00