• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menhub dan Dirut Jasa Raharja Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Petugas di Jalan Tol Cipali

13 June
21:22 2018
1 Votes (5)

KBRN, Semarang : Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menyampaikan duka cita atas meninggalnya dua karyawan PT LMS Jasa Marga, yakni Uus Rustiana (44) dan Fahmi Hasyim (26) yang sedang bertugas di Jalan Tol Cipali KM 126-200, akibat tertabrak kendaraan Minibus Sedan Chevrolet No. Pol B 1192 EVC yang dikemudikan Abdullah, pada Selasa (12/6/2018) kemarin.

“Saya menyampaikan duka cita atas berpulangnya dua saudara kita yang sedang bertugas di Tol Cipali. Dari Kementerian Perhubungan, sebagai simpati yang mendalam karena almarhum menjalankan tugas negara, kami memberikan bantuan beasiswa untuk anak-anaknya,” tutur Menteri Perhubungan saat melakukan pemantauan arus mudik lebaran di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (13/6/2018).

Ucapan duka juga disampaikan Dirut Jasa Raharja, Budi Rahardjo, saat mendampingi Menteri Perhubungan di Semarang.

“Kita turut berduka kemarin ada rekan kita petugas di Tol Cipali di KM 126 pada jam 12 itu tertabrak oleh kendaraan lain, di mana yang bersangkutan sedang bertugas untuk menderek kendaraan yang mogok. Dan kami dari Jasa Raharja sudah langsung melakukan pendataan dan langsung menemui pihak ahli waris,” ucap Budi Rahardjo saat mendampingi kunjungan Menhub.

Budi menjelaskan, dua korban meninggal dunia yang sedang bertugas di Tol Cipali tersebut adalah Uus Rustiana (44 th), pekerjaan derek LMS Jasa Marga, alamat Kampung Awipari II Desa Awipari RT 002/004, Kecamatan Ciberum Kabupaten Tasikmalaya dan Fahmi Hasyim (26 th) pekerjaan patroli LMS Jasa Marga, alamat Desa Sukareja Wetan RT 002/003 Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Tasikmalaya.

“Saudara Uus sendiri domisilinya di Tasikmalaya, dan kemarin sore pukul 17.06 WIB kami sudah membayarkan santunan kepada ahliwarisnya, dalam hal ini istrinya bernama Wida Rahmawati (44). Sedangkan untuk Saudara Almarhum Fahmi hari ini baru akan dibayarkan santunannya kepada anak dari almarhum yaitu Dzaki Robbani (7),” imbuh Dirut.

Menurut Budi, dalam memberikan santunan terhadap korban kecelakaan, Jasa Raharja tidak membedakan siapapun korbannya, termasuk kedua korban yang merupakan karyawan LMS Jasa Marga yang sedang melaksanakan tugas negara untuk mengamankan Tol Cipali.

“Santunan kepada masing-masing ahliwaris kami bayarkan Rp 50 juta. Kami memerlukan perlindungan dasar dari pemerintah untuk memberikan keringanan kepada pihak keluarga korban yang ditinggalkan oleh almarhum,” tegas Budi Rahardjo.

Dalam kesempatan tersebut Budi Rahardjo juga menjelaskan bahwa Jasa Raharja dalam Periode H-7 sampai H-4 yaitu Selasa (12/6/2018), sudah membayarkan santunan sebesar Rp 58,7 milyar kepada para korban kecelakaan selama periode mudik lebaran tahun 2018 ini.

“Untuk periode yang sama dibanding tahun lalu sangat meningkat, karena kita ketahui bahwa per tanggal 1 Juni 2017 santunan yang diberikan Jasa Raharja kepada para korban atau ahliwaris itu naik 100 persen. Sehingga ada peningkatkan yang signifikan yaitu tidak kurang 75 persen kenaikan santunan dibanding tahun lalu pada periode yang sama,” ucap Budi Rahardjo.

Khusus untuk korban luka-luka selama periode lebaran ini, Jasa Raharja sudah melakukaan pendataan ke rumah sakit dan memberikan garansi leter kepada Rumah sakit, bahwa seluruh korban selama mudik tahun 2018 ini dijamin oleh Jasa Raharja.

“Sehingga jika mengalami kecelakaan dan berobat di rumah Sakit, korban atau keluarganya tidak perlu menyediakan dana untuk berobat,” jelas Budi.

Disinggung tentang mayoritas pemudik yang mengalami kecelakaan, menurut Budi tetap kebanyakan para pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua.

“Jadi kurang lebih 65 persen korban kecelakaan selama lebaran para pemudik yang menggunakan kendaran sepeda motor. Namun jumlah korban secara total baik meninggal dunia maupun luka-luka, tahun  itu turun kurang lebih 35-40 persen, dan sampai kemarin H-4 itu kami sudah bayarkan santunan sebesar Rp 58,7 milyar, dengan jumlah korban meninggal sebanyak 115 orang,” imbuhnya.

Selama mudik Lebaran, Jasa Raharja juga menyediakan sarana berupa cek poin, yaitu pos tempat peristirahatan para pemudik antara 2-3 jam dibuat pos sehingga dari Jakarta sampai perbatasan Jawa Timur kurang lebih ada 15 pos.

“Di sana kami siapkan fasilitas kesehatan ada dokternya, kemudian ada bengkel untuk servis sepeda motornya, kemudian tempat mereka beristirahat kita siapkan teman-teman difabel untuk melakukan refleksi,” pungkas Budi Rahardjo. (DNA/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00