• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Seknas Jokowi Ingatkan Ancaman Gerakan De-Soekarnois

13 June
17:47 2018
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya : Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia (Seknas Jokowi) Provinsi Jawa Timur mengkhawatirkan adanya gerakan de-Soekarnois.

Menurut Sapto Raharjanto, Perwakilan Seknas Jokowi Jatim, benih-benih gerakan yang mulai muncul saat ini jika dibiarkan bisa bertendensi mirip dengan de-Sukarnoisasi,  pada 1965-1966.

"Terakhir adalah kasus penurunan spanduk bulan Bung Karno oleh Panwaslu di Kabupaten Blitar kemarin, ungkap Sapto Raharjanto dalam pers rilisnya di Surabaya, Rabu (13/6/2018).

Terkait hal itu, Sapto mengajak semua elemen kebangsan untuk menyatukan kesepahaman dan langkah idiologia melawan gerakan de-Soekarnoisasi.

"Kiprah dan pemikiran Soekarno sebagai pejuang dan penggali ideologi negara Pancasila harus dijaga. Gagasan-gagasan kebangsaan Bung Karno jangan sampai terkaburkan di tengah arus deras politik identitas, gerakan intoleransi dan radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila dewasa ini," jelas Sapto.

Sapto menegaskan, Gerakan-gerakan yang bertentangan dengan Pancasila harus diwaspadai. Pernyataan Panglima TNI, bahwa ISIS sudah ada di sejumlah provinsi di Indonesia, kemudian riset yang menyatakan  sudah mulai ada gerakan anti Pancasila di lingkungan terkecil di sekitar tempat tinggal kita, merupakan kondisi yang memprihatinkan.

"Semua elemen-elemen kebangsaan harus dihimpun untuk mempererat ideologi kebangsaan dan menjaga Pancasila sebagai Dasar Negara, sekaligus merapatkan barisan terhadap tendensi gerakan de-Soekarnoisasi jilid 2 sebagai penggali Pancasila," ujarnya.

Apa yang dilakukan Panwas Blitar yang akan menurunkan spanduk bulan Bung Karno hanya karena tuduhan sebagai ajang kampanye merupakan hal yang tidak berdasar. Hal ini berbanding jauh dengan maraknya ujaran kebencian dan perilaku intoleransi seperti Fatwa Fardlu Ain yang beredar bebas.

"Sangat aneh bagi kita saat ini, jika dibiarkan Panwaslu di Blitar sampai menurunkan spanduk bulan Bung Karno. Sementara membiarkan ujaran kebencian dan perilaku intoleransi seperti Fatwa Fardlu Ain beredar bebas, kami jelas protes keras terhadap sikap perilaku tidak adil dari Panwaslu yang, seperti ini," jelasnya. (Benny/Evie).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00