• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Kisah Penjual Selongsong Ketupat Lebaran

13 June
16:52 2018
6 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : Ketupat menjadi sajian khas yang digemari masyarakat, saat lebaran tiba. Biasanya disantap bersama dengan opor ayam, maupun kuliner lainnya.

Makanan tersebut terbuat dari beras, yang direbus hingga matang. Sebelumnya dibungkus menggunakan selongsong dari rangkaian janur kuning berbentuk segi empat. 

Munculnya ketupat, tidak bisa dilepaskan dari tangan-tangan pembuatnya, yang terampil merangkai susunan janur atau daun kelapa, salah satunya Abdulhakim warga Sendangsari, Pajangan Bantul.

"Seharian ini, saya bisa membuat dan menjual 400 selongsong ketupat, dibantu istri saya," ungkapnya saat ditemui di depan Pasar Bantul, Rabu (13/6/2018).

Satu ikat selongsong ketupat yang dibuatnya berisi 10 buah, jika permintaan konsumen cukup tinggi, harga jualnya dinaikkan. Saat pagi hari, harga satu ikat hanya Rp 4 ribu, tetapi makin siang harganya berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu.

"Harga jualnya naik, karena makin lama makin capek buatnya, permintaan juga tinggi, ada pembeli yang antri menunggu sampai satu jam, kalau sudah sore malah sepi pembeli," imbuhnya.

Abdulhakim mengaku, berjualan selongsong ketupat sejak lima tahun terakhir di kawasan Pasar Bantul Jalan Sudirman, untuk mencari uang tambahan sebagai bekal merayakan lebaran bersama keluarga.

"Dari pada ikut proyek bangunan, jualan selongsong ketupat lebih menguntungkan," ungkapnya. (WS/Evie).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00