• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Kemristekdikti Targetkan Produksi Padi Sidenuk 11 Ton Per Ha di Kampar

16 May
18:14 2018
2 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru : Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan produksi padi 9 hingga 11 ton/hektare di Desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. 

Target tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe, pada acara penanaman padi varietas inpari Sidenuk dengan metode IPAT BO atau intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik pada kegiatan Bhakti Teknologi dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 tahun 2018 di Desa Pulau Tinggi, Selasa (15/5/2018). 

Turut hadir pada kegiatan ini Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Hendig Winarno, Gubernur Riau yang diwakili Kepala Badan Litbang Provinsi Riau, Arbaini, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau Darmansyah, Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan, Aliman Makmur, serta Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kamar, Hendri Dunan. 

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe kepada wartawan usai melakukan penanaman bibit padi Sidenuk mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mengaplikasikan hasil penelitian dan pengembangan anak bangsa untuk meningkatkan hasil bidang pertanian sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani. 

"Di sini produktifitas padi per hektare biasanya hanya 5 sampai 6 ton, maka dengan bibit dan teknologi ini bisa menghasilkan 9 hingga 11 ton per hektare," ungkap Jumain Appe. 

Teknologi yang digunakan ini adalah menggunakan teknologi nuklir dengan radiasi dan bermutasi, sehingga menghasilkan bibit yang bagus dan produktifitasnya juga bagus.

Teknologi nuklir bisa digunakan untuk mengembangkan industri pangan dan kesehatan.

Sidenuk ini adalah sidenukasi nuklir yang dimasukkan ke dalam bibit padi sehingga produktivitasnya tinggi. 

Menurut Jumain, jika hasil sawah hanya 5 ha per hektare, hal itu belum bisa memberikan kesejahteraan kepada petani, dan tamatan sarjana atau SLTA tidak tertarik menjadi petani atau malas turun ke sawah. 

Dalam pengarahannya, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe juga menyampaikan bahwa Presiden RI minta sistem pertanian harus berkelanjutan.

"Kita harus mengolah menjadi suatu usaha lebih memberikan nilai tambah. Tiga hal harus dilakukan yakni kreatifitas, inovasi dan jiwa wirausaha," bebernya. 

Dikatakan, sekarang petani lebih banyak menanam, terus dikonsumsi dan tidak ada berkelanjutan secara terus menerus dan tidak menjadi kemandirian di tengah masyarakat. 

Ia mengungkapkan, keunggulan lain bibit sidenuk ini adalah masa tanam hingga panen hanya tiga bulan, bahkan pernah hanya 83 hari. 

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) RI Hendig Winarno menambahkan, bibit padi Sid
enuk yang dikembangkan Batan telah ditanam di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk Sumatera telah dikembangkan di Kabupaten Musi Raas, Sumatera Selatan, beberapa daerah Sumatera Barat, Padang Sidempuan Sumatera Utara dan Aceh. Sementara di Riau, Kabupaten Kampar adalah daerah pertama yang menanam bibit ini.

"Kalau persentase nasional masih 0,4 persen, tapi bibit Sidenuk telah ditanam sekitar 40 ribu hektare lahan. Yang terbanyak masih jenis jiherang," bebernya. 

Gubernur Riau yang diwakili, Arbaini, maupun Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Aliman Makmun, menyambut baik bantuan banjir bibit dan teknologi di Kampar. 

Aliman Makmur menyampaikan, saat ini Kampar sedang menggalakkkan program 3i (infrastruktur, investasi dan industri). "Dari hasil lima ton dalam satu hektar dan menjadi sepuluh hektare kan luar biasa. Kita siap bekerjasama dengan pemerintah pusat," ungkap Aliman Makmur. 

Ia menambahkan, Kampar berpotensi untuk meningkatkan secara tajam produktifitas padinya karena luas lahan di Kampar mencapai 5.000 hektare lebih. (Ril/HF) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Hot Topic

   

Deja Vu Sukacita Real Madrid

KBRN, Jakarta: Gelar juara Liga Champions siap diberikan kepada Real Madrid setelah mengalahkan Liverpool di Kiev, Minggu (27/5/2018). Selengkapnya di rri.co.id.

38 Pembaca Baca Selengkapnya
00:00:00 / 00:00:00