• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Angkatan Darat Brunei Darussalam Pesan Anoa dan Senjata Tempur SS2 ke PT Pindad

4 May
14:48 2018
0 Votes (0)

KBRN, Bandung: Produsen alat utama sistem pertahanan (Alutsista) dalam negeri, PT Pindad (persero) siap mendukung Angkatan Darat Brunei Darussalam  berupa suplai kendaraan tempur (ranpur) dan senjata. Hal tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut pembicaraan yang sudah berlangsung dalam tiga tahun terakhir.

Pindad juga telah memberikan penjelasan langsung tentang persenjataan dan kendaraan tempur kepada Sultan Brunei Darusalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah pada  pameran Alutsista di Gelanggang Olahraga Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta.

Direktur Bisnis Produk Pertahanan Keamanan PT Pindad (Persero) Widjajanto mengungkapkan kerjasama tersebut untuk pembelian 45 kendaraan tempur lapis baja Anoa 6 x 6 dan senjata SS2.

Menurut Widjajanto, Awalnya Pindad berencana untuk membantu Angkatan Darat Brunei melakukan proses retrofit dan membangun “workshop maintenance” di Brunei.

“Asal muasal pembicaraan adalah untuk membantu angkatan darat Brunei melakukan proses retrofit (modifikasi) 45 unit ranpur 4 x 4 VAB buatan Perancis dan membangun workshop maintenance angkatan darat Brunei,” ujar Widjajanto dalam siaran persnya yang diterima Radio Republik Indonesia, Jumat (4/5/2018).

Widjajanto mengungkapkan dalam perkembangan pembicaraan, ide pembelian unit baru 6x6 Anoa oleh Angkatan Darat Brunei muncul, karena secara ekonomis pembelian unit baru dinilai lebih hemat daripada meretrofit unit yang lama.

Widjajanto mengatakan Tim Angkatan Darat Brunei dalam waktu dekat akan membentuk tim uji ranpur dan senjata buatan Pindad sebagai tindak lanjut arahan Sultan Haji Hassanal Bolkiah dan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.

Kunjungan Sultan Bolkiah ke Indonesia merupakan kunjungan balasan atas kehadiran Presiden Joko Widodo dalam perayaan 50 tahun Sultan Bolkiah Bertahta pada Oktober 2017 lalu.

Seperti diketahui, PT Pindad sebagai perseroan terbatas milik negara dibentuk pada tahun 1983. Perusahaan yang akar sejarahnya telah berdiri sejak masa kolonial Belanda itu, aktif memproduksi berbagai alutsista untuk kebutuhan TNI, dan juga telah mengekspor sejumlah produk unggulannya seperti amunisi, senjata dan kendaraan tempur ke pasar global.

PT Pindad selain menghasilkan alutsista juga memiliki divisi yang menghasilkan mesin industri dan alat berat seperti ekskavator, pengait rel kereta api, motor traksi, generator, traktor hingga crane kapal laut.(AZ/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00