• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Komisi III DPR Apresiasi Niat BNN Putuskan Aliran Dana Narkoba

16 April
17:10 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi III DPR Aboebakar Alhabsyi menyatakan pihaknya mengapresiasi  langkah  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru Komjen Hery yang akan memutuskan aliran dana narkoba.

“Ini adalah langkah maju, dan saya yakin bapak Heru Winarko memiliki pengalaman yang cukup karena selama ini bekerja di KPK,” ujarnya disela-sela rapat kerja dengan BNN di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Lanjut Wakil Ketua Fraksi PKS ini, memang tak mudah menggantikan Budi Waseso di BNN. Pasalnya, selama ini masyarakat sudah terlanjut meniliki ekspektasi yang tinggi kepada BNN dibawah kepemimpinan Pak Buwas. 

“Jadi ini adalah tantangan awal untuk kepala BNN, yang tentunya harus lebih garang lagi dalam memerangi narkoba,” terangnya.

Namun demikian, pria yang akrab disapa Habib ini mengingatkan ada dua pekerjaan yang tidak mudah. Pertama adalah menangkal masuknya narkoba ke Indonesia. Dan Kedua, membersihkan narkoba yang beredar di dalam. 

Pekerjaan pertama yaitu menangkal masuknya narkoba ke Indonesia ini adalah langkah yang sangat penting. Apalagi kemarin beberapa kali terbongkar adanya upaya memasukkan ber ton-ton sabu. Melihat besarnya jumlah narkoba tersebut.

“Saya melihat ini adalah bagian dari proxy war, narkoba sudah menjadi senjata untuk melumpuhkan NKRI. Kita harus kembali mengingat bahwa dulu ada perang candu, dan mereka saat itu berhasil menggunakan candu sebagi alat perang,” paparnya.

Hal tersebut, kata Habib,  tentunya harus benar-benar di perhatikan. Kepala BNN yang baru harus memiliki grand desain  untuk menghalau masuknya narkoba ke Indonesia. Kemudian tentunya dilanjutkan dengan Langkah strategis untuk memproteksi wilayah Indonesia dari sebuan bandar internasional.

Kedua, lanjut Habib, adalah pekerjaan membersihkan narkoba yang beredar di dalam negeri. Pada bagian ini dirinya melihat banyak narkoba yang ternyata malah peredarannya dikendalikan dari Lapas.  

“Misalkan saja ada sipir di Lapas Tanggerang yang kedapatan mengedarkan narkoba. Ada lagi Kalapas Purworejo yang ternyata kedapatan memberikan akses kemudahan untuk peredaran narkoba,” tegasnya.

Khusus soal Lapas ini, Habib menyarankan BNN bersinergi dengan Kemenkumham untuk mengantisipasi peredaran narkoba yang selama ini menurut data BNN sendiri lebih dari 75 persen dikendalikan dari dalam lapas. 

“Kepala BNN Perlu duduk Bersama dengan Menkumham gunakan memutus mata rantai kendali narkoba dari Lapas,” pungkasnya. (NYP/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00