• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Pameran Tunggal Hanung Yuniawan di Galeri Seni Rupa UNY

15 April
20:09 2018
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Sebanyak 18 lukisan ekspresionis berbagai ukuran karya Hanung B. Yuniawan, dipamerkan di Galeri Seni Rupa Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta pada Minggu (15/4/2018) hingga sepekan kedepannya. 

Sebagian besar lukisan memvisualisasikan beragam bunga dipadukan dengan imajinasi obsesi, semisal Bunga Kamboja, Bunga Kenikir Kuning, Keladi Hias dan juga Daun Semanggi.

Salah satu karya yang menarik berupa lukisan abstrak gelora api berwarna-warni, berjudul 'Iqbal' disertai teks berbunyi 'Berjuanglah Nak! Lantas Kunobatkan Takdir Kepadamu'. 

Ketika dikonfirmasi RRI Jogja, makna yang tersirat dari lukisan berjudul 'Iqbal' tersebut dia ungkapkan.

“Saya terinspirasi dari buku Iqbal tentang takdir, bahwa takdir itu hasil maksimal dari apa yang telah kita lakukan. Dari situ saya bersemangat bahwa saya harus melakukan itu dengan maksimal,” ungkapnya. 

Pilihan bunga sebagai obyek lukisan menurut Hanung, karena setiap hari dirinya melihat tanaman hias itu dihalaman rumahnya yang terletak dikawasan Pandak Bantul, sekitar 40 menit jauhnya perjalanan menuju kampus.

”Bagi saya, bunga itu sebagai bahasa yang universal, kita bisa mengungkapkan apa saja dengan bunga, rasa suka, rasa duka. Untuk tanamannya sendiri bagi saya seperti manusia jadi setiap bunga yang mekar seolah-olah seperti keinginan manusia yang tercapai,” tutur Hanung. 

Hanung B Yuniawan, mahasiswa akhir Program Pasca-Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta, telah tiga kali menggelar pameran tunggal, yang pertama di tahun 2012 di rumah, untuk mengenalkan dirinya kepada warga disekitar tempatnya bermukim bahwa dia kini menekuni dunia senirupa. Pameran Tunggal keduanya di tahun 2016 di Ruang Seni Godod Suryodiningratan, Yogyakarta, dan kini Pameran Tunggal Ketiga di UNY. 

Kurator pameran Achmad Fiqhi kepada RRI-Jogja menuturkan pilihan Kampus sebagai lokasi Pameran Tunggal Hanung Yuniawan.

“Melihat perjalanan Hanung yang ketiga kali itu, yang pertama memperkenalkan dirinya di rumah, kepada warga disekitarnya, kemudian di ruang pamer publik di Rumah Seni Godod, maka untuk yang ketiga saya pilih kampus, guna mengetahui respon civitas akademika yang menggeluti dunia pendidikan seni, lewat tiga ragam diskusi terbuka,” papar Achmad Fiqhi. 

Pameran Tunggal Hanung B. Yuniawan yang bertajuk 'Jalan, Halaman, dan Pintu' yang berlangsung hingga 21 April 2018, diwarnai dengan diskusi berjudul 'Diantara Ruang-Ruang, Ada Aku dan Mereka' bersama Hanung Yuniawan dan Muhammad Tomi pada Senin, 16 April, kemudian diskusi berjudul 'Penggunaan Semiotika Untuk Penelitian Seni' bersama Dosen UNY, dr AM Susilo Pradoko,MSi pada Kamis, 19 April 2018. (bud/yyw/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00