• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Inilah Firasat Keluarga Pasutri Yang Meninggal Akibat Kebakaran

13 March
21:53 2018
0 Votes (0)

KBRN Surakarta: Suasana haru menyelimuti keluarga Sinto Sariyo, dan Waginem (90) korban kebakaran rumah di Dukuh Gonggang Rt. 07, Desa Karangudi Kecamatan Ngrampal Sragen, Rabu (13/3/2018) dini hari. Pasangan suami istri lanjut usia (lansia) itu meninggal bersama harta benda di dalam rumahnya yang terbakar.

Kedua warga di Dukuh Gonggang Rt. 07, Desa Karangudi Kecamatan Ngrampal disemayamkan di rumah anaknya dukuh Grogolan, Desa Karangudi. Jenazah disemayamkan di tempat anaknya ke tiga Sriyatun.

Baca Juga: Pasutri Meninggal Terpanggang

Kedua korban sendiri meniggalkan 4 orang anak, 12 orang cucu dan 21 cicit. Anak pertamanya Suwardi saat ini tinggal di Papua, Sedangkan Putra keduanya Sunardi dan anak ragilnya Suwarno tinggal di Semarang. Mereka hanya ditemani anak ketiga yakni Sriyatun, meski tidak serumah. 

Sebelum terjadi kebakaran, sejumlah firasat dirasakan oleh pihak keluarga korban. Menurut salah satu cucunya Kriyanto,  kemarin Suwarno putra bungsu Sinto menjenguk ke rumah dari Semarang. Namun tidak biasanya saat akan kembali ke Semarang mbah putri (Waginem) menitikkan air mata. 

"Padahalhal itu jarang dilakukan mbah putri. Tidak seperti biasanya. Bahkan paklek itu saat sudah di kendaraan kembali turun. Mungkin ini salah satu pertanda," kata Kriyanto saat ditemui RRI disela acara taziah.

Selain Kakek Sinto sekitar dua pekan lalu menceritakan cangkir kesayangan terbelah jadi dua. Padahal cangir itu sudah dipakai sejak muda hingga di usia sekarang. ”Cangkirnya itu pecah terbelah, saat dipegang simbah. Simbah juga sempat berucap "cangkir pecah kok tidak nunggu saya sekalian," ungkap Kriyanto menirukan ucapan kakeknya.

Pihaknya menyampaikan meski sudah sepuh, kedua eyangnya masih cukup sehat. Mbah putrinya tersebut masih biasa pergi ke pasar berjualan. Demikian mbah kakungnya masih bisa jalan kendati memakai tongkat. 

Sementara itu, kebakaran yang menelan dua korban jiwa diduga karena puntung rokok. Karena sehari sebelumnya bantal Kakek Sinto juga terbakar. "Dugaan sementara kalau tidak rokok memang obat nyamuk. Karena tidak ada tanda-tanda konsleting listrik," kata AKP Muryati, Humas Polres Sragen Mewakili Kapolres AKBP Arif Budiman. MI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00