• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polda Jabar Sita 14 pucuk dan Ratusan Butir Peluru Dari Penjual Senjata

13 March
19:29 2018
0 Votes (0)

KBRN, Bandung: Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, berhasil mengungkap sindikat penjual dan pembuat senjata api rakitan. Selain menahan 4 orang tersangka, polisi juga menyita 14 pucuk senjata api genggam berbagai type serta sepucuk Pen Gun dan ratusan butir peluru.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, senjata api tersebut diproduksi di daerah sentra pengrajin senjata angin, di Cipacing kab. Sumedang.

“Ini merupakan jaringan antar propinsi. Kita juga bekerjasama dengan Polda Gorontalo, ketika ada informasi pengiriman senjata api illegal, kemudian kita ungkap di Yogya dan yang membuat ada di daerah Cipacing,”jelas Agung kepada wartawan di mapolda Jawa Barat Selasa (13/3/2018).

Agung menyebutkan, pihaknya berhasil mengungkap sebelum senjata api illegal itu digunakan oleh pemesannya.

“Biasanya ini digunakan untuk kepentingan-kepentingan yang tidak benar,”ujarnya.

Sementara pada kesempatan yang sama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fanadi menjelaskan, dari  hasil penyelidikan dan penyidikan, senjata api illegal tersebut dijual melalui media online. Satu pucuk senajat api genggam itu harganya bervareasi, Rp.7 hingga Rp.20 juta. Dikatakan Umar, para tersangka juga dapat merubah senjata jenis Airsoftgun, menjadi senjata api.

“Mereka produksi by order. Pemesan memakai kode tertentu untuk booking jenis senjata apinya. Mereka sudah beroperasi dari tahun 2015, dan telah mengirimkan senjata api ke berbagai propinsi di indonesia,”jelasnya.

Umar menambahkan, sebagian besar senjata api tersebut, menggunakan peluru caliber 22 mm. Ditenggarai peluru caliber 22 mm tersebut dibeli dari luar negeri, karena di indonesia sendiri sudah sangat jarang.

Dari Ke empat tersangka yang ditangkap masing-masing YG (37), E (60), DD (37) dan UN (34), menurut Umar pihaknya menyita berbagai barang bukti.

Dari tangan YG (37) ada empat pucuk senpi jenis mede call 22 mm, satu pucuk senpi jenis makarov (konversi), sembilan butir amunisi call 9 mm, satu unit hape dan dua buku rekening tabungan yang sudah diamankan.

Sementara, di tangan E (60) diamankan satu pucuk senpi jenis walter call 9 mm dan satu senpi jenis glock (konversi). DD alias Ramdan (37) terdapat satu pucuk senpi jenis mede call 22 mm, satu senpi walter call 9 mm, satu senpi jenis revolver call 22 mm, 300 butir amunisi call 9 mm, 50 butir amunisi call 22 mm, empat butir amunisi call 38 spc dan satu unit hape.

"Tersangka keempat, UN alias Andik (34) ‎hanya diamankan satu hape," ucap Umar.

Sehinga, ada 14 Senpi, 350 butir amunisi dan dua unit mesin bubut yang sudah amankan kepolisian. Umar menegaskan, senjata yang diamankan belum untuk diserbar luaskan dan masih nunggu pengiriman.

Keempat pelaku dijerat Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat No.12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara.(AZ/ARN)


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00