• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Delegasi Korea‚ÄďASEAN Kunjungi LIPI Terkait Bioetanol Generasi ke 2

2 March
06:17 2018
9 Votes (4.6)

KBRN, Serpong : Pusat Penelitian Kimia LIPI (P2K) LIPI di Serpong telah melakukan penelitian terkait energi alternatif yakni Bioetanol.

Proses dan hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait Bioetanol Generasi ke 2,mendapat kunjungan delegasi Republic of Korea (ROK)-ASEAN Kamis, 1 Maret 2018. 

Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI, Haznan Abimanyu menjelaskan, LIPI telah berhasil mengembangkan proses pembuatan bioetanol berbahan baku tandan kosong sawit (TKS) dengan kapasitas 160 liter/ton TKS. “Bioetanol yang telah berhasil kami hasilkan memiliki konsentrasi 99,5% yang siap digunakan untuk bahan bakar pengganti bensin.

Haznan mengungkapkan, pilot plant bioetanol G2 LIPI merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia dan menjadi bench-mark untuk proses produksi bioetanol berbasis lignoselulosa. “Saat ini kami juga mengembangkan produk-produk samping untuk meningkatkan nilai ekonomi proses produksi bioetanol.

Menurut Haznan, melimpahnya biomassa khususnya lignoselulosa di Indonesia membuka kesempatan besar terwujudnya bahan bakar yang dapat terbarukan dan ramah lingkungan.

“Kami terus mengembangkan riset-riset bioefuel berbahan baku biomassa yang lebih cost-effective dan diharapkan terjalin kolaborasi antar negara ASEAN dan Republik Korea dalam penelitian dan pengembangan biofuel," kata  di Serpong, Kamis (1/3/2018).

Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Agus Haryono Pusat Penelitian Kimia LIPI telah memiliki paten-paten terkait produk samping pengembangan bioetanol G2. Paten tersebut seperti karbon aktif dari lignin, senyawa antioksidan glutathione untuk kosmetik, dan proses pengolahan limbah bioetanol. Paten-paten yang dihasilkan dikelola oleh Pusat Inovasi LIPI sebagai aset Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dan terus diupayakan untuk dapat digunakan oleh industri.

Bioetanol dapat dihasilkan dari pati atau gula pada proses pembangkitan pertama dan dari biomassa lignoselulosa dengan proses generasi ke 2. 

Proses generasi ke 2 tercatat lebih ramah lingkungan, karena bisa mengurangi emisi CO2 lebih dari 90%.

“Indonesia adalah negara besar yang memiliki sumber daya biomassa yang melimpah sebagai bahan baku untuk produksi bioethanol generasi ke 2. Selain itu, Bioetanol adalah bahan bakar alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan.(AA)



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00