• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Berita Olahraga

Srunita Dicoret dari Pelatnas, KONI Sumut Minta Penjelasan PB Forki

13 February
21:18 2018
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara meminta penjelasan Pengurus Besar Federasi Olahraga karate Do Indonesia (FORKI), terkait pemecatan kepada empat karateka Indonesia di Pelatnas, salah satunya merupakan atlet asal Sumut, Srunita Sari Sukatendel.

KONI Sumut meminta alasan jelas dipecatnya peraih Medali emas SEA Games 2017 itu dari Pelatnas, yang merupakan persiapan menuju Asian Games XVIII/ 2018 di Indonesia.

Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis mengakui, dirinya sudah mendengar kabar terkait dicoretnya keempat karateka dari Pelatnas, termasuk nama Srunita Sari yang sudah tidak lagi masuk dalam SK tim karate Asian Games.

“Setahu kami memang di SK Asian Games tidak ada lagi namanya (Srunita-red). Makanya, kami masih mau tanya apa permasalahannya. Kami masih menyelidiki juga apa penyebab mereka dicoret,” jelas John di Medan, Selasa (13/2/2018).

Pihaknya telah mendengar kabar pencoretan terhadap karateknya, namun sampai saat ini KONI Sumut belum menerima surat resmi dari PB Forki terkait pemecatan Srunita dari Pelatnas.

“Kita gak tau konflik yang terjadi, dan kami masih menunggu laporan secara resmi dari PB Forki. Kita gak tau apa masalah dia (Srunita) apakah dia dihukum, karena sampai saat ini kami tidak dapat surat. Padahal PB dari awal waktu ngambil dia baik – baik pakai surat. Harusnya waktu mengembalikan juga harus ada. Tapi, sekarang pun kami belum ada menerima surat dari mereka bahwa dia tidak ada lagi di pelatnas,” ungkapnya.

Meskipun begitu, KONI Sumut tidak ingin terlalu jauh mencampuri permasalah internal yang terjadi di pelatnas. Pihaknya masih menunggu penjelasan langsung dari PB Forki.

“Kita kan gak mau terlalu jauh mencampuri permasalahannya. Kita tunggu lah nanti kabar dari sana. Nanti kita mau lihat dulu sampai dimana perkembangannya. Karena persoalannya udah sampai ditangan Menpora,” jelas John.

Menurut dia, secara umum Indonesia sebenarnya dirugikan dengan kehilangan keempat karateka tersebut, mengingat mereka merupakan perah medali di SEA Games 2017 Malaysia, termasuk Srunita dan Cok Istri Agung Sanistyarani yang merupakan peraih emas.

John berharap seluruh stakeholder olahraga dan juga pemerintah mampu menyelesaikan persoalan tersebut secara arif dan bijaksana.

“Dia (Srunita) sekarang andalan kita kan. Apalagi sekarang dia ranking tujuh atau delapan di WKF. Anak-anak ini harusnya kita bina kan. Kalau ada persoalan kita selesaikan secara bijaksana dan musyawarah. Ada KONI, PB Forki, KOI dan Menpora, ini harusnya duduk untuk mengetahui masalah sebenarnya. Apakah atlet tersebut masih bisa dibina atau tidak,” harap John.

Secara khusus pihaknya juga telah berkoordinasi secara lisan dengan KONI pusat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“KONI Sumut hanya meminta kepada KONI Pusat, tolong supaya masalah ini diselesaikan secara arif dan bijaksana. Saya secara lisan juga telah meminta KONI Pusat untuk menyelesaikan masalah ini. Kita harapkan secepatnya PB Forki bisa selesaikan secara arif dan bijaksana karena terkait masa depan atlet,” tegasnya.

Sebelumnya, PB Forki membeberkan mundurnya empat karateka dari pelatnas Asian Games 2018 disebabkan keinginan mereka. Keempat karateka itu ialah Sisilia Ora (kata perorangan), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg), Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg), dan Ahmad Zigi Zaresta Yuda (kata perorangan putra) serta 4 pelatih menyatakan mundur dari Pelatnas.

Menurut pengakuan PB Forki, para atlet menyatakan tidak ingin dilatih pelatih Pelatnas yang ditunjuk Forki yakni Syamsudin. Mereka juga keberatan jika ada seleksi kembali selama ada di pelatnas. Mereka menginginkan Pelatnas dilakukan di Belleza, tempat Pelatnas sebelumnya. Bukan di Ciloto seperti Pelatnas yang berjalan sekarang ini. (JS/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00