• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Kabupaten Madiun Belum Membutuhkan Beras Impor

13 February
20:51 2018
0 Votes (0)

KBRN, Madiun : Kementerian Perdagangan tetap membuka keran impor beras dari Vietnam dan Thailand. Pada 13 Februari 2018 ini, sebanyak 60 ribu ton beras asal Thailand mulai masuk Indonesia melalui Pelabuhan Lampung, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.Sebelumnya, 57 ribu ton beras asal Vietnam juga telah masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Merak, Pelabuhan Tenau, Kupang dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Beberapa pihak menilai, kebijakan impor yang dilakukan pemerintah menjelang panen raya ini akan sangat merugikan petani. Menurut ekonom dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, usai memberi Kuliah Umum di Unipma Madiun belum lama ini, kebijakan impor beras saat ini sangat tidak tepat, karena dilakukan menjelang masa panen.

Mestinya, kata Faisal Basri, impor beras dilakukan menjelang masa tekor atau masa paceklik.

“Jadi ada masa lebih ada masa tekor. Nah, masalahnya adalah  waktu masa tekor itu harusnya berasnya sudah siap diimpor sebelumnya, supaya harganya tidak anjlok waktu panen. Lha, pemerintah sekarang, jelas defisit, tetapi pemerintah belinya waktu akan panen lho,” katanya.

Sementara, Bupati Madiun, Muhtarom, S.Sos ketika ditemui secara terpisah mengatakan, kebijakan impor beras bagi  daerahnya  yang merupakan lumbung beras di Jawa timur bagian barat, belum mendesak dilakukan mengingat kebutuhan beras bagi warganya masih tercukupi.

“Terkait dengan impor beras, sebenarnya kalau kabupaten Madiun ini bisa saran itu ya saya pikir, kalau kita berorientasi kabupaten Madiunlah, saya pikir tidak perlu impor, karena kabupaten Madiun ini cukuplah,” kata Mbah Tarom, panggilan akrab Bupati Madiun.

Dikatakannya, pada akhir Februari nanti sebagian besar wilayah di Kabupaten Madiun memasuki masa panen raya dari sekitar 90 ribu hektar lahan padi yang ada. Dan setiap masa panen, di kabupaten Madiun terjadi surplus beras hingga ratusan ribu ton. Seperti yang terjadi sebelumnya, setiap masa panen harga gabah mengalami penurunan cukup tajam sehingga merugikan petani. Kerugian petani itu diprediksi akan semakin parah dengan adanya beras impor. (Haryo/HF)

  • Tentang Penulis

    Moch. Haryono

    Ada Kepiting di Rumah Kaca ......... Ada Berita Penting, Silakan Dibaca

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00