• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polres Sukoharjo Ungkas Kasus Pencurian ATM Dengan Alat Skimer Dari Taiwan

13 February
20:48 2018
1 Votes (1)

KBRN Sukoharjo : Tim Satreskrim Polres Sukoharjo berhasil membongkar modus kejahatan pencurian uang di ATM. Modus pencurian itu menggunakan alat khusus berupa 'Skimmer' yang diimpor dari Taiwan.

Pelaku dari pencurian di ATM itu adalah seorang pengacara bernama Saryanto Aladam (46), warga Samenharjo, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, bersama rekannya, Tri Warno alias Kebo (33), warga Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kedua tersangka memiliki peran masing-masing. Saryanto Aladam berperan sebagai pemilik seperangkat alat “Skimmer” yang dibeli dari Taiwan seharga Rp 15 juta.

“Alat tersebut berfungsi untuk merekam data dan menduplikat kartu ATM korban. Sedangkan Tri Warno bertugas mencari korban dan mengambil data kartu ATM korban alat 'Skimmer' mini,” ungkap Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi dalam gelar perkara di Mapolres setempat, Selasa (13/2/2018),

Menurutnya, dalam melancarkan aksinya, Tri Warno membuat korban memencet nomor PIN kartu ATM berulang-ulang dengan merekayasa mesin ATM agar tidak berfungsi normal.

“Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengintai dan mencatat PIN korban,” tandasnya.

Kapolres menambahkan, kedua pelaku mengaku sudah melancarkan aksinya sejak tahun 2010 silam.

“Selain di Sukoharjo, mereka juga beraksi di wilayah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Keduanya sudah berhasil mencuri uang ratusan juta dengan modus kejahatan tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan, modus pencurian di ATM itu terungkap berdasarkan laporan Marti Sri Rahayu warga Dukuh Talunombo RT 1 RW 6 Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri. Tabungan miliknya yang sempat dikuras pelaku mencapai Rp 11.579.500.

“Dari tangan tersangka, penyidik menyita barang bukti berupa 1 unit skimmer mini yang dipergunakan untuk merekam data ATM korban, 1 unit skimmer merek MZR606 dan 1 unit laptop untuk memindahkan data korban ke ATM kosong, 2 unit flasdisk dan satu buah kartu ATM. Mereka dijerat dengan KUHP pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkas Kapolres. (Edwi/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00