• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kiai Se-Madura Desak DPRD Sampang Kawal Kasus Pembunuhan Kiai Idris

13 February
20:39 2018
0 Votes (0)

KBRN, Sampang : Puluhan Kiai se Madura mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Sampang, Selasa (13/2/2018). Mereka meminta para perwakilan rakyat daerah untuk ikut mengawal dan mengawasi aparat kepolisian untuk melakukan langkah menangkap pelaku kasus meninggalnya seorang tokoh di Kecamatan Banyuates, Kiai Idris, karena hingga saat ini pelaku masih belum terungkap.

Ketua Majelis Silaturrahmi Ulama Sampang, Kiai Yahya mengatakan, pihaknya dan para ulama meminta anggota dewan pro aktif mengawal kasus tersebut hingga polisi segera menangkap pelaku.

Menurutnya, pembunuhan sosok kiai di wilayah Sampang telah membuat warga resah. Sebab, pelakunya masih berkeliaran.

Kiai Yahya menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara hukum, maka kasus pembunuhan ini perlu diusut agar segera terungkap. 

“Kami perwakilan dari Ulama se-Madura minta agar DPRD ini membantu untuk membantu mengawasi dan mengawal kasus yang terjadi di Kabupaten Banyuates, terkait meninggalnya salah satu kiai yang hingga kini msih belum terungkap, karena sampai satu bulan setengah ini kasus tersebut masih belum bisa terungkap. Selain itu itu juga terkait meninggalnya guru Ahmad Budi Cahyono yang dianiaya oleh muridnya hingga meninggal dunia. Ini supaya DPRD ini mendesak pemerintah untuk memperbaiki kinerja Dinas Pendidikan, agar di dunia pendidikan ini tidak boleh terjadi seperti itu lagi. Kami berharap dan yakin pihak kemananan, utamanya dengan dorongan dari DPRD, agar dalam waktu singkat segera melakukan langkah nyata.Jjangan sampai kejadian ini berkait dan keluar dari jalur MoU. Kita sudah tau semua siapa pembiaya dan penggerak eksekusi dari belakang ini,” katanya.

Menanggapi pernyataan para ulama se-Madura tersebut, Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah menyatakan bahwa pihaknya siap mengawal dan akan mendorong pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi kepada para tokoh di Kecamatan Banyuates.

“Yang menjadi PR ada delapan kasus yang sampai saat ini belum terungkap secara utuh dan tuntas. Kejadian di Kecamatan Banyuates dan sampai saat ini belum terungkap, kami akan mendorong pihak terkait untuk bisa tegas secara profesional untuk mengunkap pelaku pembunuhan utamanya kiai Idris, dan kami dalam hal ini cuma bisa cuma mengawal dan mengawasi,” katanya. (KU/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00