• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ini Pandangan MPU Aceh Tentang Larangan Perayaan 'Valentine Day'

13 February
20:33 2018
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menanggapi terkait larangan perayaan valentine day yang oleh kepala daerah di Aceh. MPU mendukung langkah tersebut karena valentine day dianggap banyak membawa kemaksiatan dari pada manfaatnya. 

"Valentine day banyak menimbulkan kerugian, menimbulkan kemaksiatan dosa dari pada manfaatnya. Jelas ini salah dan bertentangan dengan syariat Islam apalagi Aceh menerapkan aturan syariat," kata Wakil Ketua MPU Aceh Tgk. Faisal Ali di Banda Aceh, Selasa (13/2/2108). 

Menurut Faisal Ali, valentine day bukan lah budaya masyarakat Aceh. Dia menyebutkan, di kelender Islam tidak ada peringatan hari valentine, demikian juga di kelender nasional. 

"Jadi jika hari ini pemerintah Aceh Besar telah melarang warganya untuk merayakan hari valentine ini merupakan sikap dukungan terhadap penerapan syariat Islam di Aceh, dan kita mendukung," tegas Faisal Ali. 

Lalu, bagaimana tanggapan tentang asal muasal budaya perayaan valentine day dari MPU Aceh ? 
 
“Valentine itu munculnya tidak ada hubungan dengan syariat, bahkan melanggar syariat. Dan adanya valentine tersebut bukan dari kita sehingga ini bertentangan dengan syariat islam karena banyak dosanya dari pada manfaatnya,” jelas Faisal Ali.

Wakil Ketua MPU Aceh kembali mengingatkan agar masyarakat Aceh tidak melakukan perayaan yang bukan sesuai dengan budaya dan adat-istiadat di Aceh. 

"Jadi tidak perlu harus dirayakan dengan cara-cara yang tidak benar. Hari kasih sayang itu setiap hari. Bukan diperingati pada hari-hari tertentu. Jadi kalau konteks valentine day sekarang sudah berbeda, bahkan muda-mudi yang merayakan terutama mereka yang bukan muhrim banyak melakukan perbuatan maksiat," pungkas Faisal Ali. (Mj/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00