• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

LIPI kembangkan teknologi mitigasi tanah longsor

13 February
17:27 2018
2 Votes (3)

KBRN, Jakarta : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI ) mendorong pemerintah agar melakukan pencegahan tanah longsor dengan memanfaatkan hasil penelitian. 

Salah satunya adalah hasil teknologi LIPI yakni LIPI Wireless Sensor Network for Landslide Monitoring (LIPI WISELAND) dan dan THE GREATEST.

LIPI WISELAND merupakan hasil penelitian dari tim peneliti LIPI yang dipimpin oleh Dr. Adrin Tohari, peneliti dari Pusat Penelitian (Puslit) Geoteknologi. Teknologi ini merupakan suatu sistem pemantauan gerakan tanah berbasis jejaring sensor nirkabel. 

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memantau bahaya gerakan tanah dalam maupun dangkal,  baik pada lereng alami, potongan maupun timbunan. LIPI WISELAND mempunyai beberapa keunggulan, antara lain dapat menjangkau daerah pemantauan yang luas berdasarkan jejaring sensor, menyajikan data dalam waktu nyata dengan akurasi tinggi, serta memiliki catu daya mandiri menggunakan tenaga panel surya dan baterai kering atau lithium. 

Tidak hanya untuk memantau ancaman gerakan tanah/tanah longsor, LIPI WISELAND dapat digunakan untuk memantau kondisi keamanan struktur tiang bangunan tinggi seperti jembatan dan gedung bertingkat. Sistem monitoring ini telah diimplementasikan di lokasi rawan gerakan tanah di Desa Pangalengan, Kabupaten Bandung; Jembatan Cisomang ruas tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta; dan Desa Clapar, Kabupaten Banjarnegara.

Selain itu, LIPI juga memiliki hasil penelitian lainnya yang diberi nama THE GREATEST, yang merupakan kepanjangan dari Teknologi Gravitasi Ekstraksi Air Tanah untuk Kestabilan Lereng.

Teknologi ekstraksi air tanah ini berfungsi menurunkan muka air tanah dalam lereng sehingga dapat mencegah kelongsoran lereng saat musim hujan. Cara kerja dari teknologi ekstraksi air tanah ini menggunakan prinsip siphon yaitu berdasarkan perbedaan tekanan air tanah di bagian atas dan bawah lereng.

Adrin mengemukakan bahwa penelitian dan pengembangan THE GREATEST dimulai dari tahun 2013 yang menghasilkan prototipe single chamber flushing unit melalui serangkaian percobaan di laboratorium. Pada tahun 2014, prototipe flushing unit versi 1.0 ini telah diujicobakan dalam percobaan lapangan di lereng rentan gerakan tanah yang terletak di stasiun Bumi Waluya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.

Mulai tahun 2015 hingga saat ini, kegiatan pengembangan teknologi telah menghasilkan prototipe double chamber flushing unit. Pada tahun 2017, flushing unit versi 1.1 tersebut telah diuji coba di lereng rentan longsor yang berlokasi di Kampung Cibitung Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

“Hasil uji coba menunjukkan teknologi ekstraksi air tanah ini dapat mengeluarkan air tanah dengan debit sebesar 120 liter per jam melalui flushing unit dan menurunkan muka air tanah pada lokasi sumur hingga kedalaman maksimum 5 meter,” kata Suryadi, peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI yang juga merupakan salah satu anggota tim penelitian dari Adrin Tohari.

Adrin dan Suryadi berharap dua hasil penelitian LIPI terkait tanah longsor ini mampu diterapkan secara masif untuk mencegah bencana tanah longsor yang ada di Indonesia.

Dengan menggunakan teknologi, dimungkinkan untuk mendeteksi bahaya tanah longsor yang akan terjadi, sehingga mampu meminimalisir korban jiwa dan kerugian yang lebih besar. (AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00