• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Wisata di Kota Bandung Tanpa Kemacetan

13 February
16:45 2018
0 Votes (0)

KBRN, Bandung : Pemkot Bandung meresmikan operasional Bike Sharing (Boseh) dan Bandung Tour On Bus (Bandros) sebagai solusi pariwisata tanpa kemacetan. 

Terkait itu Walikota Bandung menagatakan  saat ini Kota Bandung memiliki identitas sebagai kota wisata. Sehingga, sudah seharusnya pemerintah hadir memberikan pelayanan yang nyaman dan aman sebagai solusi wisata tanpa kemacetan. 

Ia mengajak wisatawan yang masuk ke Kota Bandung untuk tidak menggunakan motor atau mobil. Sebab saat ini pemerintah telah meresmikan dua layanan wisata yang murah dan nyaman. 

"Sekarang Bandung turisnya 7 juta naik 2 juta dari tahun 2013. Supaya kota Bandung ini nyaman maka pusat kotanya kita kasih tanda yang gerbang monumen, itulah batas kota kolonial," ungkap Emil seusai acara launching operasional Bus bandros dan bike sharing di Alun-Alun kota Bandung, Selasa (13/2/2018).

Emil memaparkan setelah enam bulan diuji coba layanan sewa sepeda Boseh dan sekrang  warga sudah bisa membeli smart card dari sejumlah bank dishelter Boseh untuk menyewa sepeda. Dan begitupun juga meresmikan lima rute wisata Bandros yang siap melayani rute-rute wisata di dalam Kota Bandung. Nantinya akan ada dua Bandros yang siap melayani setiap rute.

"Menikmati Bandung itu bisa dengan berjalan kaki, naik sepeda (Boseh) dengan kartu cashless, atau kalau mau agak jauh tinggal naik Bandros. Jadi tidak perlu macet-macetan lagi," ujarnya Emil.

Sementara itu Kadishub Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan saat ini baru terdapat 350 unit Boseh dengan tipe city bike multy speed. Warga yang akan menyewa Boseh akan dikenakan biaya sewa Rp4 ribu perjam. 

Ia mengatakan Nantinya bagi warga yang akan menyewa Boseh harus meregistrasi dan memilikismart card yang berada di empat titik yakni Taman Cibeunying, Graha Pos, Alun-alun dan Masjid Cipaganti. Setelah melakukan hal tersebut warga bisa menikmati layanan Boseh.

Untuk Bandros saat ini Pemkot Bandung sudah memiliki 18 unit yang enam di antaranya berasal dari CSR. Dari jumlah tersebut 16 digunakan untuk keperluan wisata sementara dua sisanya sebagai kendaraan VIP. 

"Tarif Bandros untuk single trip Rp20 ribu dan multy trip atau one day Rp40 ribu, itu sepuasnya," ujar Didi.

Untuk Bandros kini sudah ada lima rute yang disiapkan sesuai dengan warna kendaraan. Warga yang ingin menikmati layanan Bandros ini bisa datang ke pemberhentian yang berada di Alun-alun, Balai Kota, Gasibu dan Gedung Sate. (at/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00