• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Tak Hadirkan Edward Soeryadjaya di Persidangan, Kejagung Dipertanyakan

14 January
20:24 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Praktisi hukum, Maruli Sianturi menilai, adanya kejanggalan dengan sikap Kejaksaan Agung (Kejagung) yang diduga menolak menghadirkan terdakwa sengketa lahan SMAK Dago, Edward Soeryadjaya ke persidangan.

Maruli mengatakan, alasan ketidakhadiran Edward ini sangat tidak masuk akal. Padahal dengan status Edward sebagai tahanan Kejagung seharusnya JPU  lebih mudah saling berkoordinasi guna menghadirkan yang bersangkutan di persidangan. 

"Seharusnya tidak boleh ada alasan tidak bisa hadir, karena ini adalah tindakan pro justicia antar lembaga penegak hukum," imbuhnya melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Maruli pun menyarankan agar pihak Kejagung mau mengkonfirmasi apa yang menjadi alasan mereka tidak mengabulkan permohonan JPU. Sayangnya, sampai berita ini diturunkan pihak Kejagung tidak ada yang bisa dimintai keterangan.

“Mangkirnya Edward selama 15 kali sudah bisa dikategorikan sebagai pembangkangan hukum," ujar Maruli. 

Polemik sengketa lahan SMAK Dago yang melibatkan terdakwa Edward Soeryadjaya masih bergulir hingga saat ini. Edward Soeryadjaya mangkir tak pernah hadir dalam sidang perkara keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 yang telah berlangsung sebanyak 15 kali.

Edward Soeryadjaya berdalih sakit sehingga diputuskan ditunda pemeriksaannya di PN Bandung. Padahal sebelumnya, dokter independen yang memeriksa kesehatan Edward Soeryadjaya menyatakan bahwa terdakwa dapat dihadirkan ke persidangan, asal didampingi ahli medis.

Bahkan pihak RSUD Tarakan Jakarta, tempat Edward Soeryadjaya diperiksa kesehatannya, menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah menerbitkan surat sakit permanen terhadap Edward. Edward Soeryadjaya saat ini ditahan oleh Kejagung karena kasus dana pensiun PT Pertamina. (SHS/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00