• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Erwiana, TKI Korban Penganiayaan Majikan ajak Buruh Migran Berani

14 January
14:14 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Mantan Buruh Migran di Hongkong, Erwiana Sulistyaningsih mengajak para buruh migran khususnya pekerja informal atau asisten rumah tangga agar berani dalam menyuarakan kepedihannya jika mengalami penyiksaan. Hal itu agar tidak ada lagi buruh migran yang dianiaya oleh majikan serta menghalangi majikan untuk berbuat jahat atau semena-mena pada buruh migran Indonesia.

"Kemenangan saya ini pelajaran untuk majikan saya agar dia berhenti melakukan kejahatan pada orang lain setelah saya. Saya yakin kasus saya bukan yang pertama dan terakhir, pasti masih banyak lagi buruh migran kita yang dianiaya oleh majikannya, saya ingin ini jadi pelajaran bagi majikan bahwa lakukanlah PRT dengan baik, kan kita sudah berkontribusi pada mereka."

"Saya juga ingin buruh migran berani untuk melawan dan melapor sehingga tahu harus kemana menyelesaikan kasusnya. Saya dulu ada intimidasi dari oknum pemerintah agen dan PT tapi setelah saya bergabung pada jaringan buruh migran Indonesia di Hongkong, saya mengerti semua, saya bantu temen-temen," terang Erwiana dalam wawancara bersama PRO 3 RRI di Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Karena keberaniannya dalam menuntut majikannya pada 25 April 2014 lalu, Erwiana mendapat penghargaan menjadi 100 orang yang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time New York.

Pada Februari 2015, Erwiana akhirnya menang di pengadilan Hong Kong dan majikan dihukum 6 tahun penjara serta harus membayar seluruh gaji Erwiana selama 8 bulan bekerja.

Selain itu, pada 21 Desember 2017, hakim juga mengabulkan seluruh tuntutan kompensasi sebesar 809.430 HKD atau setara dengan Rp1 milyar lebih.

Majikan Erwiana terbukti telah memukul Erwiana sangat keras, sehingga membuat giginya retak. Majikannya juga telah memasukkan mulut logam penyedot debu ke mulut Erwiana selama sepuluh detik, sehingga mengakibatkan mulut Erwiana sobek. 

Selain itu majikannya juga merobek baju Erwiana dan menyiramkan air dingin pada musim salju pada Erwiana. Majikannya juga langsung mengarahkan kipas ke arah Erwiana sehingga tubuh Erwiana kedinginan dan mengkerut.

Trauma kepala, tulang hidung dan jaringan telinga yang rusak serta tulang belakang yang patah menjadi pembatas Erwiana dalam beraktivitas. (LS/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00