• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Petani: Kami Sangat Terkejut dengan Rencana Pemerintah Mengimpor Beras

9 December
05:42 -0001
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Keputusan pemerintah membuka keran impor beras jenis khusus sebanyak 500.000 ton, mengejutkan banyak pihak termasuk dari asosiasi petani. Impor beras dari Thailand dan Vietnam untuk antisipasi kenaikan harga beras.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia, Henry Saragih mengatakan, selama tiga tahun ini pemerintah selalu klaim swasembada beras namun kini tiba-tiba memutuskan untuk impor beras.

“Kita sangat terkejut dengan rencana pemerintah impor beras karena tiga tahun ini pemerintah selalu mengumumkan produksi beras mencukupi. Bahkan angka yang ditampilkan 83 ton dan itu artinya kelebihan dari kebutuhan kita tinggi sekali. Artinya kalau sepanjang 3 tahun lebih, beras kita sangat cukup. Dengan tiba-tiba harus impor. Itu tidak benar,” kata Henry dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia, Sabtu (13/1/2018).

Seharusnya sebelum memutuskan untuk impor, diumumkan terlebih kepada masyarakat kondisi perberasan . Ketentuan itu sesuai dengan Undang-Undang 18 tahun 2012 tentang Pangan. Selain itu, menurutnya alasan pemerintah impor untuk menstabilkan harga juga tidak dapat diterima.

“Kalau melambung harga bukan karena kelebihan pangan produksi kita, pemerintah mencari beras itu berada. Bukan serta merta impor. Kalau terjadi kelebihan beras, luar biasa itu akan bermasalah bagi ekonomi kita. Beras terbuang,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, biasanya petani lebih senang menjual berasnya ke pengupul beras ketimbang Bulog karena menawarkan harga diatas harga pembelian pemerintah (HPP). Selain itu, pengepul beras juga lebih aktif mendatangi petani ketimbang Bulog.

Mengenai perberasan, Serikat Petani Indonesia telah mengusulkan pembentukan kelembagaan dan penataan tata perdagangan.

“Sebenarnya kalau kita mau menganalis yang sudah lama diusulkan oleh SPI agar kelembagaan ekonomi dan tata perdagangan. Distribusi kita harus ditata. Sudah zaman SBY tetapi tidak melakukan penataan. Koperasi petani tidak ada lumbung petani, petani tidak ada lumbung padi. Daerah tidak punya kebijakan agar mereka punya kemampuan membeli cadangan beras,” tegasnya. (Sgd/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00